Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Resensi Buku Sokola Rimba

????

Buku ini pertama kali diterbitkan oleh Insist Press tahun 1997 dan diterbitkan ulang oleh Kompas pada tahun 2013. Sebagai pembaca amatir saya sangat menyukai foto dan ilustrasi yang ada di buku ini, dan sangat berharap lebih banyak gambar di buku ini😀.

Pengalaman Saur Marlina Manurung yang masyhur disapa “Butet” dalam buku ini benar-benar dahsyat. Beliau adalah seorang yang berani menempuh banyak kesulitan ketika hendak mengajarkan ilmu baca tulis dan hitung pada Anak-Anak Rimba di Jambi dengan upah dari lembaga sebesar Rp. 500.000 per bulan.
Kesulitan itu bukan hanya dipaparkan oleh alam, namun juga oleh cemoohan orang di pasar, ancaman pencuri kayu, hingga kemarahan Masyarakat Rimba karena Sokola dianggap membawa sial dengan membawa kematian. Namun layaknya membaca kisah epik pahlawan, Bu Guru Butet menunjukkan bahwa yang ia berikan kepada anak-anak bukan hanya ilmu calistung, namun juga cinta. Semisal madu hutan yang harus dipanjat oleh laki-laki dewasa dan harus diiringi dengan senandung mantra, begitu sakral dan murni.

Rasa cinta itu kemudian berbuah lebat sehingga Warsi (Komunitas Konservasi Indonesia), lembaga tempatnya bekerja sudah tak mampu mewadahi rasa cinta Bu Guru Butet. Sehingga bu Guru Butet mendirikan organisasi baru bernama Sokola, lembaga pendidikan yang perpihak pada masyarakat pribumi dan berfungsi untuk kehidupan. Saking lebatnya, kini ada dua belas tempat yang didampingi oleh Sokola dengan metode calistungnya yang mangkus.
Rasa cinta itu kemudian dinikmati oleh banyak pihak sehingga institusi seperti LIPI, UNESCO, Majalah Time, Ashoka Fellowship, World Economic Forum, Ernst & Young, dll. memberikan banyak penghargaan kepada Bu Guru Butet.

Bu Guru Butet menjadi guru dalam definisi favorit saya (gu; kegelapan, ru; penghilang). Beliau menghilangkan kegelapan masa depan Masyarakat Rimba dengan memberikan pengetahuan. Pengetahuan untuk kemerdekaan dan kebahagiaan hidup mereka sendiri. Secara misterius catatan harian Bu Guru Butet pun membiuskan rasa malu pada saya sebagai guru.

3 comments on “Resensi Buku Sokola Rimba

  1. Ping-balik: Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba | Edisi Tahun 2008 | insistpress

  2. insistpress
    23 Februari 2015

    Terimakasih atas ulas buku. Rehal buku ikut dilansikan ke: http://blog.insist.or.id/insistpress/?p=635

  3. Ping-balik: Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba | insistpress

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 Februari 2015 by in Bahan Belajar, Buku and tagged , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: