Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Desentralisasi Kebijakan Pelatihan oleh Kemdikbud

Suatu siang enam bulan lalu, sekolah menerima email dari Kemdikbud berisi mengenai pelatihan akreditasi online dan donasi alat TIK. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Nusa Dua, Bali. Pemilihan lokasi yang cukup prestisius untuk sebuah acara pendidikan.

Bagi kami orang udik di Seruyan, Kalteng. Email ini membuat heboh suasana ruang guru. Beberapa guru berkomentar, “Wah, enaknya Pak Kepala Sekolah, jalan-jalan ke Bali!” Kepala sekolah kami mempersilakan kepada semua guru jika ada yang ingin ikut kegiatan tersebut, karena undangan tersebut bisa diikuti oleh guru apa pun. Tawaran menggiurkan tersebut lantas disambar oleh guru bahasa Inggris yang baru bergabung satu semester. Beliau mengacungkan telunjuk dengan semangat, setelah guru-guru senior yang lain malu-malu mengakui mau.

Ternyata, kepala sekolah menyatakan bahwa email tersebut palsu! Karena sebelum menawarkan kepada guru, sudah dilakukan pengecekkan semisal pemahaman panitia yang gagap menjelaskan detail kegiatan dan tidak ada jadwal kegiatan di hotel yang tercantum di surat. Suasana rapat dipenuhi senyum dan tawa terhadap modus penipuan baru ini :D.

Hal ini kembali terulang, ada email masuk mengenai pelatihan penggunaan alat lab. dan donasi alat lab. IPA di hotel yang cukup representatif di Jakarta. Guru IPA yang diperlihatkan email tersebut tersenyum. Senyuman dengan makna tersembunyi, apakah tergerak untuk mengecek kebenaran atau takjub dengan gigihnya penipuan model seperti ini.

Hingga pada suatu malam, kepala sekolah ditelepon oleh nomor asing yang mengaku dari Staf Kemdikbud Dirjen Dikdas dan Menengah, “Apakah Bapak menerima surat undangan dari kami Pak?”, “Mengapa guru-guru tak berangkat?”, “Dimana pertanggungjawaban Bapak?”. Kepala sekolah mengemukakan jawabannya, “Nomor kemdikbud aktif tidak?”, “Mengapa Disdikpora Seruyan tak tahu?”, “Bagaimana caranya agar kami yakin, ini bukan penipuan?”

Jawaban dari penelepon itu adalah “Surat undangan sudah diteruskan ke Dinas setempat. Kami tak minta transfer apapun dari Bapak, sekarang yang terpenting guru Bapak segera berangkat secepat mungkin, karena kegiatannya masih berlangsung hingga lusa. Kami akan foto kegiatan di hotel yang sedang berlangsung sebagai bukti.” Lantas guru-guru IPA menelepon hotel tempat kegiatan berlangsung sambil menunggu kiriman foto. Hasilnya di luar dugaan; kegiatan ini adalah kegiatan konkret!

Setelah diskusi singkat pada malam itu. Kami putuskan dua guru IPA  berangkat esok harinya ke Bandara H. Asan di Sampit. Rupanya sudah suratan bahwa penerbangan dibatalkan hingga lima hari ke depan karena asap. Saya pun menelepon ke staf tersebut bahwa kami sudah sampai di bandara, namun belum rezekinya berangkat.

Hikmah dari kejadian ini adalah ada upaya terobosan berupa desentralisasi kebijakan pelatihan yang ditentukan langsung dari Kemdikbud. Harapannya adalah kegiatan pelatihan lebih adil, merata, dan tepat sasaran. Pertimbangan kebijakan adalah pendataan di dapodik (Data Pokok Pendidikan), medium yang sama yang digunakan untuk menipu. Saya jadi terngiang sebuah paragraf dalam Sang Alkemisnya Paolo Coelho, “Harta karun itu terungkap atau terpendam oleh arus sungai yang sama.”

Bagaimana pun, terima kasih Kemdikbud!

lokakarya IPA (1) lokakarya IPA (2) lokakarya IPA (3)

2 comments on “Desentralisasi Kebijakan Pelatihan oleh Kemdikbud

  1. Budisastro
    20 September 2015

    untung gak berangkat pak… saya kok masih sangsi

    • Panji Irfan
      17 Oktober 2015

      Jadi berangkat Pak Budi🙂, digeser ke Bali! Dan alat-alat IPA sudah sampai di sekolah, alhamdulillah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 September 2015 by in Adagium.

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,552 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: