Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Inovasi Menjelang UN 2016

Setelah membaca kisi-kisi UN SMP Tahun 2016, ada rasa kaget karena kisi-kisi tersebut mengujikan materi kurikulum 2013. Desir adrenaline mengalir menderas. Maklum saja, di Seruyan (satu-satunya Kabupaten tertinggal di Provinsi Kalteng) ini, hanya ada dua sekolah yang memakai Kurikulum 2013. Sedangkan kami di sekolah menggunakan KTSP.

Imbas kontan dari perubahan kisi-kisi tersebut adalah dimuseumkannya modul UN yang sudah saya buat pada tahun-tahun sebelumnya dengan model KTSP. Saya lantas googling bentuk soal UN dengan kisi-kisi kurikulum 2013 tersebut. Hasilnya tentu masih nihil, yang terhidang malah link-link dengan klik atau page oriented yang melelahkan dan berputar-putar. Seperti menonton sinetron di masa kini😄. 

Setiap kesulitan diapit dua kemudahan” atau “Masalah adalah ibu dari inovasi” adalah adagium yang pas untuk untuk menjelaskan ide dari diskusi guru di sekolah. Pada diskusi mingguan setiap Jumat Berkat pukul 14.00-15.30 WIB. Teman-teman ada yang mengajukan usul untuk mengelompokkan siswa berdasarkan kecepatan belajarnya. Jadi skenarionya adalah siswa kelas 9 yang berjumlah 70 diberi placement test, kemudian ditempatkan ke salah satu diantara empat kelas A-D. Gradasi kelasnya adalah kelas A untuk pelajar cepat dan D untuk lambat. Eits, jangan salah memaknai, lambat itu bukan berarti bodoh, kita bisa jenguk kegiatan membaca super lelet yang fantastis dari tiga web ini arkea, nyonyabuku, readingmultatuli. Kenapa fantastis? Karena penggagas membaca superlelet ini sampai diapresiasi dengan penghargaan Nugraha Jasadarma Pustakaloka tahun 2014 dari Perpusnas.

1103_Tips-Ujian-Nasional-01_rsz.jpg

Berikut ini, kami tempatkan 15 anak untuk kelas C & D, sedangkan untuk kelas  A & B yang lebih cepat kami tempatkan 20 anak. Harapannya adalah dengan model kelas kecil yang sudah disesuaikan dengan karakteristik siswa, kegiatan belajar soal-soal bisa lebih efektif dan efisien. Selain implementasi ide dalam pelaksanaan UN ini, kami pun bersiap membuat jadwal kunjungan ke rumah siswa (home visit) di musim hujan yang membuat jalan tanah makin asoy geboy untuk dilewati motor. Menyervis motor dan menyiapkan jas hujan atau jaket gore-tex karena beberapa siswa berjarak 2 jam dari sekolah.

Tentu saja harapan paling paripurna dari kami adalah UN dihentikan😀.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 19 Januari 2016 by in Helo Borneo, Kegiatan Sekolah, Pendidikan, Seruyan and tagged , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: