Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Reportase Bandung

Bandung selalu melambungkan saya pada ingatan baik.

Setelah bertahun-tahun tidak pulang, saya mendarat di Bandung dari Bandara Juanda Surabaya. Untuk pertama kalinya saya mendarat di bandara tertua di Indonesia Husein Sastranegara.

Terseret ingatan saya pada kenangan belasan tahun lalu, ketika masih SD. Saya diajarkan banyak nyanyian Sunda oleh guru karawitan dan bahasa Sunda. Petikan teks dari lagu tentang Bandung yang masih bisa diingat adalah “…heurin ku tangtung, dilingkung gunung…” yang berarti “padat penduduk dan dilingkupi gunung.” Ah, jangan-jangan pencipta lagu itu terinspirasi pemandangan Bandung yang membius dari ketinggian. Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gunung Tangkuban Parahu, Menara Masjid Raya, dan bukit-bukit lainnya yang namanya sudah tidak bisa diingat.

Husein Sastranegara

Luas ukuran bandara Husein Sastranegara dengan Bandara H. Asan Sampit tidak jauh berbeda. Namun bandara di ibu kota Kotawaringin Timur tersebut masih potensial untuk berkembang dan bertambah besar, lain halnya dengan bandara Bandung yang arealnya terbatas dan telah dikepung oleh permukiman hingga permakaman. Kondisi bandara di Bandung akhirnya memunculkan pertanyaan; darimanakah gelar bandara internasional di Bandung didapatkan?

Jawaban sederhananya karena ada penerbangan rute internasional dari Bandung. Saya cukup takjub dengan kondisi bandara yang sederhana, rute domestik dan internasional tetap padat. Bahkan ada hal lucu dan menggelikan, banyak sekali orang Malaysia yang belanja habis-habisan di Pasar baru atau Toko Tiga untuk dijual lagi di sana. Kemudian kita, masyarakat Indonesia membeli lagi pakaian itu di Malaysia dengan harga yang sudah bengkak karena jalan-jalan. Selain alasan harga, tentu hal ini tidak sesuai dengan semangat ramah lingkungan yang ramai digalakan di Bandung.

GT_Pasteur Cipularang

Saya pun masih ingat, mendatangi Bandung dari darat arah barat (Bandara Soekarno Hatta) merupakan pengalaman yang menyenangkan. Pemandangannya menenangkan setelah menembus keriuhan Jakarta,  lengkap dengan 3 pom bensin terbaik di Indonesia dengan fasilitasnya yang super lengkap. Tak ketinggalan kita akan dikejutkan dengan ambisiusnya perusahaan rokok dengan memasang alfabet ukuran raksasa seperti huruf yang berjejer “Hollywood” di AS. Namun, pada akhir pekan, bersiaplah menambah kesabaran karena banyak penduduk dari arah barat menyerbu Bandung. Cukup mengerikan membayangkan Bandung dibanjiri mobil LCGC (Low Cost Green Car).

Ketiga bandara yang disinggahi dalam waktu seminggu-Soetta-Juanda-Husein-memuat nama pahlawan. Pahlawan dalam KBBI adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Kota ini memiliki calon pahlawan baru bernama Ridwan Kamil, untuk beliau saya ucapkan selamat bekerja! Semoga masyarakat Bandung bisa lebih bahagia dengan kepemimpinan Bapak.

Ridwan Kamil

Ah, Bandung. Di sini hidup pula kedua pahlawan saya; Bapak Dadi Supriyadi dan Ipoh Supriyah. Pak, mah, Ipan uwih!

sumber foto: HS, Tol Pasteur, Cipularang, RK

2 comments on “Reportase Bandung

  1. sardiman ndeso
    22 Oktober 2013

    sampurasun…

    • Panji Irfan
      23 Oktober 2013

      wkwkwk.. sudah lama tidak mendengar sampurasun.. permisilah.. hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 September 2013 by in Kronik, Pendidikan, Sekolah Eksternal, Testimonium and tagged , , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,552 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: