Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Nithya Sidhhu : Eudaimonists

16 Mei 2013 adalah hari yang panas di Seruyan Kalimantan. Panas sekali, namun cuaca serupa ini bisa disejukkan oleh suatu hal yang sederhana, oleh hati yang bersyukur dan berbahagia.

Pada hari panas tersebut sekolah kedatangan dua orang tamu dari Malaysia. Mereka berdua memperkenalkan diri sebagai tamu “biasa” yang ingin mengunjungi sekolah, hingga salah seorang dari tamu tersebut yang bernama Nithya Sidhhu mengeluarkan klipingan esai dan artikelnya yang jumlahnya banyak sekali.

Refleks, saya langsung meminta izin memfotokopi klipingannya. Beliau mengizinkan beberapa untuk digandakan. Bukan main, telah puluhan tahun pemikiran beliau tentang  pendidikan menghiasi surat kabar nasional Malaysia (The Star). Lebih istimewanya, tulisan tersebut disusun dalam bahasa Inggris.

Tulisan Nithya Sidhhu

Saya menanyakan bagaimana prosesnya beliau sampai di sekolah kami yang terpencil. Rupanya suaminya adalah pekerja ekspatriat di perusahaan sekitar sekolah kami. Beliau membujuk suaminya agar diizinkan bermain ke sekolah kami. Wow, Sekolah sedang didatangi oleh orang-orang hebat yang baik!

Beliau kemudian banyak bertanya mengenai kegiatan sekolah dan juga profil guru-guru yang ada di sekolah. Barangkali karena modalitasnya sebagai penulis. Beliau bertanya dengan sedemikian detail dan lengkap hingga beliau enggan menuliskan nama dalam bahasa Indonesia yang dianggap sulit. Setelah beliau puas bertanya, saya kemudian mencurahkan rasa penasaran saya dengan menanyakan aktivitas terkini yang beliau lakukan. Wah, ternyata meskipun telah cukup berumur beliau masih menggagas banyak aktivitas dan proyek kependidikan di perlbagai daerah di Malaysia.

Salah satu kegiatan yang sedang dikerjakan adalah Mighty Minds. Kompetisi sains siswa yang berformat cerdas cermat namun dengan aneka modifikasi. Dalam kegiatan ini seluruh pelajar dari negara bagian Malaysia berkompetisi hingga ke tingkat nasional. Tidak hanya menjawab soal singkat, namun demonstrasi pemahaman melalui alat praktikum pun menjadi salah satu kriteria penilaian.

Beliau pun bercerita bagaimana keadaan pendidikan Malaysia yang menelurkan banyak kebijakan penting untuk memacu negara mengejar ketinggalan-ketinggalan dari negara maju. Nah, ini berhubungan dengan pertanyaan beliau sebelumnya pada kami mengenai penghasilan dan fasilitas untuk guru yang bekerja di sekolah kami. Usia dan status marital kami pun tak luput dari pertanyaan beliau.

Kami mengelilingi sekolah dan beliau menyempatkan masuk ke salah satu ruangan untuk berkomunikasi dengan anak-anak. Nampak sekali kemampuan mengelola kelas dan komunikasi yang baik. Anak-anak pun tak lupa diberikan kesempatan untuk bertanya kepada beliau🙂. Tak dinyana ada pertanyaan kelas berat yang meluncur, “Bagaimana pendapat Ibu mengenai pendidikan di Indonesia?”

Pada akhir silaturahmi kami, beliau menuturkan bagaimana pendidikan secara nyata telah mengubah nasib ke sembilan saudaranya menjadi orang-orang yang berhasil dan memiliki peran penting di bermacam Instansi Pemerintahan Malaysia. alamat email dan alamat website yang beliau asuh menjadi kenang-kenangan untuk kami di sekolah.

Ah, Ibu Nithya Sidhhu benar-benar seorang Eudaimonists. Mengapa ibu berbuat baik untuk kami orang asing?

The Greek word eudaimonia means literally “the state of having a good indwelling spirit, a good genius” (http://www.britannica.com/)

The ancient Greek philosophy of eudaimonia was founded by Aristotle and is based on the view that the source of happiness is internal and cultivated by living a worthwhile life. To eudaimonists, happiness is found in activities that draw on the individual’s talents and challenge abilities, from acts that benefit others and by following principles and virtues. The eudaimonic value system is at odds with the hedonic system, which conceives of happiness as being derived from external sources, which should be maximized to the individual’s benefit. (http://curiosity.discovery.com)

 pose1

 

 

2 comments on “Nithya Sidhhu : Eudaimonists

  1. Fendi haris
    18 Juli 2013

    kesuksesan banyak dan bisa diraih dengan cara apa saja baik dari pendidikan setinggi mungkin atau bahkan karena minat dan bakat yang ada pada diri seseorang dan menekuninya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: