Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Moneyball (Pelajaran untuk Ketegasan, Konsep, dan Akurasi Portofolio)

Moneyball Chart

Film ini mengisahkan manajer baseball sensasional bernama Billy Baine bersama tim Oakland Athletic. Tim ini adalah tim gurem (lihat tabel) dengan kemampuan finansial yang sangat terbatas jika dibandingkan dengan New York Yankees atau Boston Red Sox. Ketimpangan sumber daya ini diperkeruh dengan perekrutan pemain berbakat dari tim kecil oleh tim besar terus berulang, sehingga tim kecil menjadi semacam peternakan bagi tim besar.

Di tengah segala ketidakadilan sistem ini, Billy Beane (Brad Pitt) mencoba mengubah keadaan dengan cara yang konvensional yakni mencari bibit pemain baru, seperti pepatah mati satu tumbuh seribu. Namun hal itu tidak lagi dilakukan setelah Billy Beane bertemu dengan Peter Brand (Peter Depodesta). Perjumpaan ini terjadi ketika Billy Beane hendak melakukan transaksi pemain dengan manajer Indian Redskin, kala itu terlihat sekali keputusan manajer Indian Redskins kesemuanya didasarkan pada analisis Peter Brand. Akhirnya, target pemain yang akan didatangkan beralih menjadi mendatangkan ekonom dari Yale University.

Money Ball Poster Oakland Athletics Indian Redskins

Duet dua orang beda disiplin ilmu ini menghasilkan sebuah kerangka tim yang dipenuhi pemain baru yang bagus berdasarkan statistik. Secara hebat, Peter Brand menyusun sebuah aplikasi yang berisi seluruh portofolio pemain liga. Berdasarkan portofolio tersebut didapatkan data akurat mengenai kemampuan pemain di berbagai posisi dan nilai ekonomisnya. Billy Beane mengamini seluruh analisis Peter Brand, sebuah keputusan berat dan tegas karena staff pelatih memiliki pertimbangannya pula dalam merekrut pemain. Alih-alih bekerja sama dalam sebuah tim, sebagian staff pelatih pun mengundurkan diri karena tidak kuat dengan konsep gila ini.

Pedal telah ditekan, tak ada jalan mundur. Pertandingan-pertandingan awal yang dilakoni Oakland Athletics adalah pertandingan yang selalu membawa kekecewaan bagi pendukungnya. Cacian pun deras menghujani tim ini, termasuk dari eks-pelatih, “Apa kubilang!” Begitu kurang lebih nada yang didengungkan oleh mereka dan disantap habis oleh beberapa wartawan yang gemar mencibir. Siapakah yang bisa dipertanyakan atas kegagalan ini? Tentu Peter Brand dan Billy Baine. Namun bukannya gusar, Peter Brand malah menggugat keputusan pelatih kepala yang setengah-setengah dalam mempercayai portofolio dan hasil statistik, sehingga pemain bintang (yang jeblok secara statisktik) yang diminta untuk jadi cadangan selalu dijadikan pemain utama.  Maka, bola terakhir Billy dan Peter pun dikeluarkan dengan memecat pemain-pemain yang merusak kerangka tim, meskipun statusnya adalah pemain bintang.

Billy Beane Peter Brand a.k.a Paul Depodesta

Saya sebagai penonton ketar-ketir juga dengan aksi duet nekat ini. Namun seperti kata pepatah pucuk dicinta ulam tiba. Kemenangan demi kemenangan diraih secara konsisten. Skenario dan kerja keras mereka dalam menyusun tim berdasarkan portofolio dan hasil statistik mulai menunjukkan titik cerah. Langkah mereka berdua tidak berhenti begitu saja, karena perlahan mereka mulai memindai ulang para pemain baru yang bisa ditambahkan agar tim makin kokoh. Mereka mencatat 20 kemenangan berturut-turut pada tahun 2002 (cuma ada rekor 26 kemenangan dan 21 kemenangan yang belum dilampaui).

Billy Baine pada musim berikutnya ditawari jadi manajer Boston Red Sox, dimana ia ditawari gaji manajer tim baseball termahal dunia kala itu, namun ia menolaknya. Boston Red Sox sendiri juara pada tahun 2003 dengan mengadopsi konsep Oakland Athletics. Film ini adalah ekranisasi dari buku berjudul Moneyball : How To Win an Unfair Game karangan Micahel Lewis.

   Michael Lewis

 

sumber foto : Billy Beane, Peter BrandPoster Money Ball, Michael Lewis, Indian Redskin, Oakland Athletics

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: