Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Film Super Keren yang Bisa Ditonton di Semua Sekolah!

Christof Putzel. Saya tidak kenal beliau sampai pada kesempatan membuka koleksi film di laptopnya.  Ada sebuah film berjudul Vanguard (Sex, Lies, and Cigarettes). Film ini tanpa basa-basi menyita perhatian saya dari awal hingga akhir, bukan apa-apa, latar tempat utama film adalah Indonesia. Objek mikro yang diamatinya adalah anak bernama Aldi Rizal dari Indonesia dan objek makronya adalah industri rokok di Indonesia. 

 

Fakta-fakta cepat, singkat, dan memikat dari film bertipe investigasi ini adalah

1. Industri rokok di negara barat terancam gulung tikar. Regulasi ketat dan berat untuk industri rokok di negara maju membuat produsen rokok macam Phillip Morris, British American Tobacco (BAR), dll. mengalihkan pasarnya ke negara miskin semisal Indonesia. Di film ini, Indonesia disebut negara miskin, bukan negara berkembang! (Tidak semaju seperti gembar-gembor statistik dari pemerintah). Nah, hal inilah barangkali alasan utama banyaknya perusahaan rokok lokal yang dibeli sahamnya secara besar-besaran oleh perusahaan asing. Jadi para perokok yang sering berargumen, “Saya menyumbang negara. Mau apa kamu?” Sebaiknya duduk tenang, ikut menonton ini film, sambil merenung bahwa para pengusaha rokok adalah orang-orang terkaya di Indonesia.

2. Di negara asal produsen rokok (AS), haram  menayangkan iklan rokok di tv. Di tempat publik pun rokok hanya diperkenankan beriklan dengan teks tanpa gambar. Bandingkan dengan di Indonesia, iklan rokok sudah tampil dengan beragam citra dengan segmentasi yang sangat jelas. Ada yang menyasar, kaum akar rumput, penggemar olahraga, pecinta musik, kaum muda modis, dan kaum tua elegan. Iklan rokok akhirnya identik dengan kreativitas, semangat, petualangan, maskulinitas. Ketika Christof Putzel, turun pertama kalinya di bandara Soetta pun, sudah menjadi sebuah reportase menarik, dimana kaki kita yang menginjak koridor bandara pun sudah dibombardir dengan iklan rokok, padahal di bandara tidak boleh merokok! Kampanye gelap iklan rokok lainnya adalah iklan rokok membidik anak di bawah umur. Ini berdasarkan pengakuan praktisi iklan yang pernah membuat iklan untuk Phillip Morris (Hebat nian jurnalis ini, hingga praktisi itu mau diwawancarai!). Tak kurang dari puluhan juta dollar diinvestasikan untuk iklan saja, demi langgengya industri ini. Kesimpulannya adalah iklan rokok adalah satu-satunya hal yang konsisten di Indonesia, sepelosok apapun tempatnya (tempat Aldi Rizal diwawancarai ada di pelosok Sumatera).

3. Harga naik, daya beli menurun. Jangan tanya harga sebungkus rokok di AS. Paling murah harganya 12 dollar (Rp. 120.000 jika kurs dikisaran Rp. 10.000). Itu membuat kaum dari kelas menengah ke bawah berpikir ulang untuk merokok. Daya beli kelas menengah ke bawah selaku konsumen terbesar yang menurun mengakibatkan industri rokok kehilangan laba bahkan menanggung rugi. Ada bagian pada film ini, dimana seorang anak diminta untuk membeli rokok ke warung. Tentu saja, anak kecil di bawah umur tersebut kembali dengan cepat dengan sebungkus rokok di tangan. Tampak jelas peraturan yang dibuat oleh pemerintah belum berlaku, selain itu pemerintah kita kurang garang dalam melawan kampanye gelap iklan rokok. Di negara luar, iklan yang ditampilkan departemen kesehatannya tampil menyeramkan, lengkap dengan anatomi tubuh asli dari perokok yang dibedah.

 

Film masih hangat karena dibuat tahun 2012 dengan melibatkan para aktivis antimerokok dari Indonesia yang lucunya, tidak tahu mengenai Aldi Rizal (balita perokok yang tenar di dunia maya karena youtube). Pada salah satu bagian film, tersedia pula wawancara Christof Putzel dengan masyarakat biasa yang sakit karena rokok dan humas Phillip Morris Indonesia yang kikuk ketika disodori pertanyaan tajam mengenai kelakuan perusahaannya.

Teman-teman guru dan tenaga kependidikan hendaknya tidak merokok di sekolah. Mari buat peraturan di tingkat sekolah agar sekolah bebas dari asap rokok. Ini penting karena biaya yang dikeluarkan untuk menanggulangi kesehatan cukup besar dibanding pajak yang didapat dari rokok. Bisakah kita menjadi guru yang konsisten dengan ucapannya terhadap murid agar menjauhi rokok?

Terima kasih Christof Putzel. Selamat berjuang teman-teman di sekolah🙂.

Info Cristof Putzel dan prestasi film Vanguard dari wikipedia.

12 comments on “Film Super Keren yang Bisa Ditonton di Semua Sekolah!

  1. Eka
    29 Januari 2013

    Pajak rokok sepertinya salah satu “pemasukan utama’ buat negara. Jadi yaa.. kemungkinan besar itulah penyebab Pemerintah jadi menutup mata.
    Bisa kah para Guru benar-benar meninggalkan rokok dan bukan hanya tidak merokok di sekolah? Karena bagaimana mungkin kita melarang murid-murid untuk tidak melakukan sesuatu padahal kita juga melakukan hal tersebut (dan hal ini tidak terbatas merokok saja lho).

    • Panji Irfan
      3 Februari 2013

      Amin, semoga guru yang merokok bisa berhenti ya bu🙂

  2. rifa rifa rifa
    9 Januari 2013

    mau dong kaaang filmnya hehe

  3. Panji Irfan
    4 Desember 2012

    Nonton di laptop saja ya, he.. Bisa download sendirikah? Atau mau dikirim?🙂

  4. Mr. Urip
    29 November 2012

    Ih keren yah🙂

    • Panji Irfan
      4 Desember 2012

      Keren om. Pernah dipakai sebagai bahan diskusi, mayoritas orang tua siswa di sini perokok aktif. Jadi diskusi lebih hidup🙂. Makasih silaturahminya om.

  5. chrismanaby
    19 November 2012

    Kyaknya keren ya filmnya

    • Panji Irfan
      21 November 2012

      Film bertipe investigasi yang mudah untuk dipahami namun sarat hikmahnya😀

  6. Pembeca Gelap
    18 November 2012

    Pasalnya, meskipun harga rokok mahal, para petani tembakau khususnya buruh petik, tetap saja tidak pernah sejahtera, brow

    • Panji Irfan
      18 November 2012

      Ditambah hal ini, maka semakin besar alasan untuk berhenti merokok bagi para perokok. Bagi guru dan tenaga kependidikan di sekolah, selamat membebaskan anak dari asap rokok. Ini yang bisa kami lakukan di sekolah. Terima kasih komentarnya.

      • riswanto
        27 November 2012

        nontonya dimna nich?

      • Panji Irfan
        4 Desember 2012

        Nontonnya di laptop saja, hehe. Coba download atau mau dikirim filmnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: