Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Belajar dari Pengamen Kreatif

Sudah lama sebenarnya, namun masih terngiang deras ulasan para pakar tentang Indonesia. “Indonesia adalah negara gagal atau sekurang-kurangnya menuju negara gagal.” Itulah kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis pakar hukum, pakar ekonomi, pakar politik, dll.

Momen hari raya yang telah dilalui mulai mengisyaratkan hal tersebut. Moda transportasi yang disediakan pemerintah untuk mudik beberapa ada yang tidak laik untuk beroperasi. Angka korban jiwa pemudik yang mencapai 900 orang lebih dengan kerugian mencapai Rp. 200.000.000.000. Angka korban jiwa ini belum dihitung dengan yang mengalami luka ringan atau luka berat.

Tapi barangkali masyarakat tak sepenuhnya gagal. Masih ada sosok hebat yang mencoba bertahan mencari rezeki dengan jalan yang halal, seperti beberapa orang pengamen kreatif yang melakukan inovasi pada instrumen musiknya.

 

  1. Pengamen pertama mencoba bertahan dengan melakukan inovasi pada gitarnya. Inovasinya adalah pemasangan microphone dan tiangnya secara permanen pada badan gitar. Tak ketinggalan amplifier pun disertakan di dalam badan gitar. Walhasil, pengamen ini tidak perlu mengeluarkan banyak suara untuk terdengar nyaring oleh seluruh penumpang bis. Pengamen kreatif ini bisa ditemui di sekitar Terminal Leuwi Panjang Bandung. Efek negatif dari kreasi pengamen ini adalah para penumpang yang tidur bisa terganggu😆.

     

  2. Pengamen kedua menghibur penumpang bis dengan rute Serang-Pandeglang dengan basis di Terminal Pakupatan Serang. Nah, pengamen yang kedua ini tidak merelakan bagian stem senar gitarnya tidak berfungsi lagi. Sehingga tempat nyetem gitar pindah ke dalam badan gitar. Walhasil ujung leher (neck)gitar jadi tumpul seperti gitar Raja dangdut Rhoma Irama:mrgreen: Yang cukup melegakan terlihatnya posko pengamen jalanan di deretan gedung pemerintahan Kabupaten Pandeglang. Sepertinya pengamen di kota ini bukanlah suatu aib.

Tidak semua orang rela kenyamanannya diganggu oleh pengamen, namun kreativitas mereka dalam membuat instrumen mereka lebih berdaya adalah teladan. Bagaimana gitar dengan merk antah-berantah itu dapat digubah sedemikian rupa menjadi lebih banyak fungsi. Lebih dari itu dengan ide itu mereka bisa bertahan hidup di tengah cibiran terhadap gagalnya negara Indonesia.

Nah yang gagal siapa? Penyelenggara pemerintahan atau warga negaranya?

4 comments on “Belajar dari Pengamen Kreatif

  1. bintangkecil
    18 November 2012

    Jalan-jalan disiang hari mencari inspirasi, eh ketemu note ini, subhanallah…😀, NICE ^-^, dari mereka kitapun bisa belajar😀

    • Panji Irfan
      18 November 2012

      Terima kasih kunjungannya🙂. Salam kenal, alhamdulillah jika bermanfaat.

  2. Silahuddin
    16 September 2012

    Good expression

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 Agustus 2012 by in Bahan Belajar, Kronik, Musik, Pendidikan, Sekolah Eksternal, Testimonium and tagged , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,552 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: