Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Berenang-renang dengan Budaya Dayak

PBD (Pembelajaran Budaya Dayak) adalah mapel baru untuk sekolah kami. Boleh dibilang sok tau dan nekat karena 90% guru di sekolah kami adalah para pendatang di Kalimantan tengah😎. Modal kami adalah hasil bacaan dari buku berjudul Maneser Panatau Tatu Hiang (Menyelami Kekayaan Leluhur) karya Tjilik Riwut & Nila Riwut, Indonesia Manusia dan Masyarakatnya karya Ian Charles Stewart.

 

Mengapa ada mapel ini? Alasan sederhananya adalah untuk ikut melestarikan dan mendokumentasikan budaya mengenai suku asli Kalimantan. Tentu saja  kami merasakan beraneka tantangan baru. Misalnya ketika teman yang mengajar PBD untuk kelas IX sampai pada Bab 9 buku yang membahas mengenai seni yang biasa dilaksanakan suku Dayak.

Berat. Teman saya yang sarjana fisika tiba-tiba harus bisa menari dan menyanyikan beberapa lagu Dayak😥. Lantas dalam forum guru mingguan teman saya menceritakan kesulitannya dan meminta saran, rupanya semua teman mengalami pengelaman yang nyaris serupa di semua jenjang kelas :rol:.😀

Bagi saya yang dapat bagian bab buku yang relatif lebih lunak untuk kelas VIII. Saya browsing gambar habis-habisan mengenai sub-bab yang akan diberikan. Misalnya pada sub-bab senjata.  Saya akan cari dulu gambar sipet, damek (wadah anak panah), ipu (racun) agar anak-anak tidak bingung dengan tebal dan barunya materi yang akan diterima. Hal yang lucu sekaligus membingungkan adalah gambar mengenai suku Dayak yang lebih banyak muncul dengan kata pencarian berbahasa Inggris😥.

Hal istimewa dari pemberian mapel ini adalah beberapa siswa yang tinggal lebih lama di Kalimantan ataupun siswa yang bersuku Dayak dapat menjadi guru sebaya. Saya menjadi muridnya, alangkah leganya:mrgreen: .

8 comments on “Berenang-renang dengan Budaya Dayak

  1. Wawan
    28 September 2014

    Bapak Panji Irfan, versi digital dari Buku Maneser Panatau Tatu Hiang ini dapat didownload di http://kalteng.net/?page_id=6 . Di facebook juga telah ada group Maneser Panatau Tatu Hiang sehingga seluruh yang tertarik kebudayaan Dayak dapat saling berbagi. Terima kasih

    • Panji Irfan
      27 Januari 2015

      Terima kasih informasi dan silaturahminya Pak Wawan😀.

  2. Tany
    5 Maret 2013

    Menarik sekali budaya dayak ini.

    • Panji Irfan
      14 Maret 2013

      Semua budaya di Indonesia ataupun di dunia pasti memiliki kekhasannya sendiri. Upaya saya melestarikan budaya ini adalah dengan menulis catatan sederhana ini🙂. Terima kasih kunjungannya.

  3. ruangimaji
    19 Agustus 2012

    Dengan kondisi seperti itu, insya Allah hasilnya menjadi lebih berkah.
    Selamat berjuang, pantang menyerah!

    Eh mumpung lebaran, mohon maaf lahir dan batin ya…

    • Panji Irfan
      24 Agustus 2012

      Terima kasih silaturahmi dan doanya! Sama-sama pak, mohon maaf lahir batin. Selamat berhari raya!

  4. naniknara
    3 Agustus 2012

    wah, tantangan yang berat, tapi menyenangkan bukan?
    semoga sukses dengan belajar dan mengajarnya

    • Panji Irfan
      5 Agustus 2012

      Menyenangkan sekaligus menegangkan. Menyenangkan karena guru dan siswa berada dalam posisi sejajar sebagai pembelajar. Menegangkan karena referensi belajarnya sangat terbatas.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: