Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Ini Nih Tarian yang Asyik!

India. Kata tersebut, ketika saya sekolah di TK hingga SD kelas 3 selalu mengingatkan saya pada tokoh Dhalsim. Namun, kini kata tersebut menjelma sesuatu makna yang lain, yakni ahli IT, film, dan tarian.

Ada hal yang sangat menarik ketika kami melaksanakan kegiatan upaca peringatan Hardiknas kemarin. Kami semua para peserta upacara (guru dan pejabat pemerintah se-Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan) diminta bahwa diwajibkan untuk melaksanakan tari Manasai secara massal. Ah, ini bagi kami beberapa guru yang bertamu di Kalimantan Tengah khususnya, tentu hal yang tak mudah.

  

Saya selama ini tak pernah mau ikut jika pada akhir sebuah acara diminta untuk menari. Tapi kemarin saya tidak bisa menolak karena sebelumnya siswa telah banyak menyajikan tarian setelah upacara (masa guru hanya bisa menganjurkan dan memerintah ya?). Selain, itu karena yang menari banyak saya jadi tidak malu😀. Jadilah kami semua para guru menari sebisanya. Kami menari dalam sebuah lingkaran besar yang berputar mengelilingi sebuah titik. Kegiatan menari menjadi lebih asyik dengan nyanyian karungut yang diiringi petikan kecapi Dayak. Lezat.

  

Saya jadi teringat, barangkali dengan rutinitas seperti ini. Masyarakat setempat bisa masih lekat mencintai budayanya sendiri. Kita bisa mencontoh India yang situasi perfilmannya masih didominasi oleh film lokal yang tentu saja berisi tarian-tarian. Semoga dari rutinitas menari pada setiap akhir kegiatan resmi disini dapat memupuk kebanggaan pada kekayaan kebudayaan yang lokal/nasional yang akhir-akhir ini sedang diuji oleh gempuran budaya asing.

Mari menari dengan hati riang!🙂

sumber foto: Dhalsim

2 comments on “Ini Nih Tarian yang Asyik!

  1. naniknara
    31 Mei 2012

    Gitu dong pak guru, harus bisa kasih contoh, bukan cuma menyuruh anak-anak hehehe….
    BTW programnya bagus juga pemda, patut ditiru pemda lain

    • Panji Irfan
      6 Juli 2012

      Hehe.. Iya Bu Nanik dipaksakan mencoba. Benar bu, tradisi ini lumayan bagus untuk setiap peserta kegiatan😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 6 Mei 2012 by in Helo Borneo, Pendidikan, Sekolah Eksternal, Seruyan, Testimonium and tagged , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: