Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Adhitia siapa? Anak mana? (musikus tulus tremendous)

Respon ini didapatkan ketika saya bertanya pada teman saya mengenai tokoh ini. Ada yang sudah tahu, ada yang sedikit tahu, ada pula yang memilih untuk tidak tahu, sehebat apapun karyanya karena selera musik setiap orang majemuk. Saya pun baru mengetahui mengenai tokoh Adhitia Sofyan dari adik saya yang pulang ke Bandung beberapa bulan lalu. Saya membuka laptopnya, dan menemukan folder bernama Adhitia Sofyan-Quiet Down. Saya coba klik salah satu lagu, dan ternyata suara yang dimunculkannya adalah  petikan dinamis gitar dengan suara lembut yang mengalun. Karya abang Adhit mirip dengan karya si “raja nyaman” Kings Of Convenience (duo gitaris dan penyanyi dari Norwegia). Wah, cocok nih sebagai teman bekerja atau mengoreksi karya anak-anak.

 

Akhirnya saya browsing mengenai Adhitya Sofyan, lantas kekaguman saya semakin bertambah. Perasaan tersebut dapat muncul dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut.

1. Beliau menggratiskan semua lagu yang ada pada laman situsnya untuk diunduh. Walhasil dari sikapnya ini, musiknya dapat melanglang buana hingga Perancis, Jerman, Jepang, dll. Karena selain gratis lirik lagunya didominasi oleh penggunaan bahasa Inggris. Ah, di zaman serba materialistis begini, saya selalu terenyuh dengan upaya-upaya luar biasa membagikan rasa suka. Tanpa pamrih, seumpama linux di tengah kemelut sistem operasi berbayar.

2. Cintai apa yang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu cintai. Profesi resmi Bang Adhit adalah di bidang desain komunikasi visual. Panggilan hatinya di musik sudah mati suri sejak gagal menempuh pendidikan musik di salah satu kampus di AS, keinginan untuk membentuk grup musik pun selalu kandas. Tapi rasa cintanya terhadap musik tetap menggedor-gedor sehingga terciptalah rekaman-rekaman dari kamar (Jangan ragukan kualitas permainan gitar dan vokalnya!).

3. Beliau bersiap meluncurkan kreasi terbaru berupa cover lagu-lagu anak anonim yang beredar di Indonesia, semacam cublak-cublak suweng, dll. Wah, bakal bakal bertambah menyenangkan cara mengapresiasi budaya-budaya di Indonesia. Semoga hal ini dapat menambah kecintaan siswa terhadap budayanya sendiri, dalam hal ini lagu. Kami tunggu karyanya bang.🙂

Di tengah gempuran kebudayaan Asia Timur yang mencekik. Kesempatan saya adalah mengenalkan kemampuan musikus-musikus lokal dengan prestasi internasional.

Melihat senyuman kepuasan pada wajah siswa, mendengar kabar telah ditemukannya jalan, menyaksikan kebahagiaan-kebahagiaan siswa dan keluarga. Saya menemukan tunas-tunas baru pada cinta. Kebahagiaan menjadi seorang guru. Terima kasih teladannya Bang Adhitia Sofyan.

sumber foto KOC : http://www.alwaysontherun.net/Kings+of+Convenience.jpg

sumber foto Adhitia Sofyan: http://id.wikipedia.org/wiki/Adhitia_Sofyan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16 Februari 2012 by in Bahan Belajar, Kronik, Musik, Testimonium and tagged , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: