Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Merayakan Kesedihan (Gulag Orkestar)

Saya mengetahui diksi “Gulag” dari film heroik berjudul The Way Back. Sebuah film tentang tiga orang narapidana yang selamat melarikan diri dari penjara kejam bernama Gulag di Pegunungan Siberia Rusia. Tak tanggung-tanggung mereka bertiga menempuh jarak sekira 4000 mile dari Gulag ke India dengan berjalan kaki! Saya tak tahu pasti satuan mile ke kilometer, yang jelas jarak itu sangat luar biasa jauhnya jika kita melihat peta. Mereka bertiga benar-benar menempuh perjalanan vertikal yang membelah Benua Eropa dengan aneka musim dan ketinggian yang telah diarungi.

Gulag, agency of the secret police of the Union of Soviet Socialist Republics (USSR) created in the 1930s to administer concentration camps, forced labor camps, transit prisons, and exile sites. The term Gulag is an acronym for Glavnoe upravlenie lagereiRussian for “Chief Administration of Corrective Labor Camps.” Itulah pengertian yang dimuat mengenai Gulag dari Microsoft Encarta 2009.

 

Perenungan mengenai kekejaman perang, kediktatoran, kepedihan para tawanan tanpa alasan, terinterupsi oleh lagu berjudul “Gulag Orkestar” dalam album dengan judul yang sama. Lagu ini ditulis oleh Zach Condon dari grup musik kreatif Beirut.

Lagu tersebut berisi sedikit saja potongan lirik, “They called it mine, they called it mine, and i called it mine…” Ah, suasana lagu tersebut benar-benar sendu namun dengan sentuhan harmonis intrumennya memercikkan optimisme. Masa lalu adalah kenangan, mari mensyukuri hari ini dan bersiap menyongsong esok hari dengan lebih baik. Begitu kesan yang sok tahu saya dapatkan.

Apa yang bisa saya berikan untuk rekan belajar saya di kelas? Saya akan memberikan ilustrasi mengenai perjalanan panjang menuju kemerdekaan dan jalan terjal yang menyertainya. Kami akan bersama-sama mereguk hikmah dan musiknya yang syahdu. Dan hei, karena sebentar lagi akan UN yang jujur filosofi dibaliknya saya tak ketahui. Sebaiknya kita bersiap, suka-tidak suka. Seperti Janusz tokoh utama film The Way Back yang tak bersalah namun harus menempuh itu semua.

Mari bersama-sama bekerja lebih ikhlas, lebih keras, dan lebih cerdas.😀

sumber gambar: TWB poster, hitam putih Gulag, Beirut Band

4 comments on “Merayakan Kesedihan (Gulag Orkestar)

  1. yussak
    25 Januari 2012

    keren bro

    • Panji Irfan
      26 Januari 2012

      mudah-mudahan begitu sak, he…🙂 nuhun sudah mampir😀

  2. aangkusmawan
    25 Januari 2012

    jadi palebah mana link jang didownload nu bung Panji?

    • Panji Irfan
      26 Januari 2012

      itu dibagi tiga ang, tapi klo mau googling juga banyak linknya, he.. maaf yah..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 25 Januari 2012 by in Bahan Belajar, Film, Kronik, Pendidikan, Sekolah Eksternal and tagged , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,552 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: