Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Bahasa pada Tiket Elektronik Pesawat

Pernahkah rekan pembaca membeli tiket pesawat domestik secara elektronik? Saya pernah beberapa kali membelinya.

Tiket tersebut berupa kertas 70 gram (bahkan lebih tipis) yang diprint oleh printer tipe dot matrix. Ukuran kertas dan tipe printer mengindikasikan bahwa tiket tersebut hanya berupa deretan teks biasa. Tentu tiket konser musik lebih mutakhir dengan tampilan grafis bahkan hologram yang sulit untuk dipalsukan. Namun tiket elektronik pesawat tetap susah dipalsukan karena tiket tersebut berisi kode-kode khusus seperti yang tertera pada voucher pulsa.

Bentuk dan desain tiket tentu merupakan otoritas pihak maskapai penerbangan. Tulisan ini hanya ingin memberikan sudut pandang saya sebagai konsumen tetap suatu maskapai penerbangan. Mengapa dalam tiket yang saya beli tak ada satu kata pun dalam bahasa Indonesia? Padahal pembeli adalah orang Indonesia, rute penerbangan pun Indonesia, dan juga maskapainya dari Indonesia.

Apakah alasan dibalik penggunaan bahasa pada tiket pesawat ini? Semoga bukan karena alasan ingin sekedar terlihat berkelas internasional. Padahal di dunia IT akhir-akhir ini penggunaan bahasa Indonesia semakin disemarakkan. Istilah unggah, unduh, kata sandi, beranda, laman, senarai, dll. mulai akrab dengan kita padahal dahulu kata-kata tersebut tentu masih asing. Belum lagi peraturan mengenai dokumen prasyarat penerbangan, quota bagasi, hak konsumen menjadi lebih sulit diterjemahkan. Saya tidak anti bahasa Inggris tapi sepertinya lebih bijak jika tiket tersebut disajikan dalam bentuk dua bahasa.🙂

Jika bukan kita yang mencintai bahasa persatuan siapa lagi yang akan mencintainya? Andakah?

2 comments on “Bahasa pada Tiket Elektronik Pesawat

  1. djakarta182
    22 Januari 2012

    stuju bro, klo bisa emang harus di tampilkan dalam dua bahasa,🙂

    • Panji Irfan
      22 Januari 2012

      Iya agar memudahkan konsumen. Terima kasih kunjungannya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 Januari 2012 by in Bahasa, Testimonium and tagged , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,552 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: