Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Jalan Jihad Sang Dokter* (Tambahan Oksigen untuk Kelas)

Judul di atas adalah judul suatu buku pula. Sebuah buku memoar seorang dokter dan timnya yang penuh keikhlasan dan dedikasi. Buku tersebut ditulis oleh seseorang doketer lulusan Fakultas kedokteran Universitas Indonesia bernama Joserizal Jurnalis.

Bagi mahasiswa kedokteran maupun para pejabat Kemenlu khususnya Timur Tengah barangkali nama beliau sudah tak asing. Sepak terjang beliau dan timnya yang cepat, efisien, dan mengedepankan pasien adalah ciri khas dr. Joserizal Jurnalis dan tim. Para dokter mulia ini lantas membuat sebuah wadah bernama MER-C.

Medical Emergency Rescue – committee (MER-C) melaksanakan kegiatan perdananya ketika Ambon dilanda huru-hara. Kondisi Ambon yang mencekam mengetuk Pak Joserizal Jurnalis dan teman-temannya untuk mengabdikan diri menolong korban, terlepas dari agama yang dianut sang korban. Kisah dan panggilan jiwa sang dokter mengakibatkan beliau akhirnya menepikan masa depan yang gilang-gemilang sebagai dokter dengan menempuh jalan perjuangan penuh pengabdian. Perjuangan pun dilanjutkan dengan memperluas wilayah pengabdian hingga ke luar negeri, tak hanya wilayah di Indonesia.

Dalam misi kemanusiaan ke Palestina, banyak dituliskan proses panjang dan melelahkan untuk mengantarkan donasi dari masyarakat Indonesia. Tim MER-C bersikukuh ingin mengantarkan bantuan itu langsung ke Palestina, tidak menitipkan kepada pihak yang berwenang. Pak Joserizal menginginkan rakyat Palestina tahu bahwa masyarakat Indonesia mendukung rakyat Palestina🙂. Tentu dengan keinginan yang lebih ini, tantangan dan kendala pun menjadi lebih banyak. Puncaknya adalah ketika Pak Joserizal dan rekan menandatangani surat pernyataan siap untuk tidak menuntut jika kematian menjemput mereka setelah tiba di Palestina (wuih, sungguh pemberani!). Situasin di wilayah konflik Palestina seperti yang tertulis di buku tentu sungguh menegangkan dan berbahaya. Di buku tersebut banyak sekali bunyi senapan dan alat perangnya yang dibuat menjadi aksara semacam “bum”, “dor”, “teretetetetet”, dst. Pasukan zionis Israel yang terkenal tidak manusiawi bukan hanya isapan jempol belaka. Sebagai contoh adalah fasilitas rumah sakit dan pendidikan di wilayah Palestina yang ikut diserang, bahkan yang cukup hangat adalah ketika kapal yang memuat bantuan kemanusiaan dari belasan negara “Mavi Marmara” dan “Rachel Corrie” diserang oleh Israel di wilayah perairan internasional. Tentu saja aksi keji Israel itu memancing amarah dari negara-negara partisipan. Rachel Corrie sendiri adalah nama seorang aktivis Amerika yang tewas dibuldozer oleh tentara Israel ketika Rachel mencoba menghalau buldozer dari penghancuran rumah-rumah warga di Palestina (semoga tenang disana Bu Rachel!).

 

Buku Jalan Jihad Sang Dokter & Pelajaran Bahasa Indonesia. 

Peluang buku ini dipelajari di kelas ada pada materi pelajaran laporan. Ada materi menyimak laporan, membacakan laporan, menanggapi laporan, dan menulis laporan. Buku ini sebenarnya tidak seringan buku Wind Rider yang relatif lebih mudah oleh siswa  untuk dibaca sendiri. Saya sebagai guru hanya bisa membacakan sekilas beberapa bagian yang berlatar Indonesia atau bagian buku yang sedikit nuansa politisnya. Saya belum ingin membuat siswa terseret pada sejarah rumit Palestina dan Israel. Saya ingin menekankan pada siswa sikap keikhlasan dan penuh pengabdian dari dr. Joserizal Jurnalis dan rekan. Bagi kita yang berada di sekolah, ini adalah sebuah teladan bahwa kita perlu lebih keras dan lebih ikhlas dalam belajar. Semoga😀.

sumber foto:

(http://mer-c.org/),(http://www.rachelcorrie.org/), (http://en.wikipedia.org/wiki/File:Mavi_Marmara_leaving_port.jpg)

4 comments on “Jalan Jihad Sang Dokter* (Tambahan Oksigen untuk Kelas)

  1. nanangrusmana
    20 Desember 2011

    salam kenal… ikut menyimak🙂

    • Panji Irfan
      27 Desember 2011

      Salam kenal. Terima kasih silaturahminya. He..🙂

  2. sakrilegi
    12 Desember 2011

    penasaran pengen baca… oiya itu header web kamu biji pohon pinus ya?

    • Panji Irfan
      12 Desember 2011

      Iya mbak, pohon pinus nampaknya, he.. pilihan dari tema. Blognya mbak super duper kreatif, he..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 Desember 2011 by in Bahan Belajar, Buku, Pendidikan, Ruang Kelas and tagged , , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: