Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Selamat Ulang Tahun Mas Iwan Setyawan!

Selamat datang di Bulan Desember. Ingatan saya langsung tertuju pada lagu Desember dari Efek Rumah Kaca, maklum tahun lalu lagu ini menjadi lagu latar pada tayangan foto-foto sekolah tahunan pada acara pelepasan kelas 9. Lirik yang masih mengambang di pikiran diantaranya, “Aku selalu suka sehabis hujan di Bulan Desember…” Semoga masyarakat di Kota besar seperti Jakarta pun merasakan hal yang sama, amin.

Seharusnya saya menulis tulisan ini pas tanggal 2 Desember, pas hari ulang tahun ayah saya juga. Jadi cocoklah itu hari dengan ucapannya (ini akibat bandwith kurus kerontang, hehehe.. alasan saja! :lol:). Mas Iwan adalah penulis buku 9 summers 10 autumns. Novel yang cukup menarik, namun bagi saya sebagai pembaca awam, novel ini tak lebih bertenaga dari novel Edensor. Pernyataan saya yang sok tahu itu terbukti salah, karena ada siswa yang  berhasil menyelesaikan novel Mas Iwan Setyawan dalam waktu dua hari saja. Hal ini merupakan rekor bagi siswa di dalam kelas karena waktu tercepat membaca novel di kelas ini baru menyentuh satu minggu (novel Laskar Pelangi).

Siswa yang menyelesaikan novel itu selama dua hari itupun keheranan dengan kemampuannya sendiri. “Biasanya saya tak pernah menyelesaikan novel seperti ini dengan cepat, pak.” Kemudian siswa itu mencoba menjelaskan, “Barangkali karena kondisi saya yang mirip dengan tokoh dalam novel itu Pak. Takut dengan kemiskinan dan masa depan. Tapi yang hebat, pas Mas Iwan pulang ke Indonesia, kok mau ya Pak?”

Siswa yang menggemari novel tersebut adalah siswa putri. Lain halnya tanggapan dari beberapa siswa putra yang menggemari olahraga yang menyelesaikan novel itu hampir selama dua bulan. Entah mengapa tanggapan dari siswa begitu kontradiktif dengan siswa lainnya. Kesimpulan yang dapat saya ambil sebagai guru mereka adalah mengajarkan karya sastra terutama novel memerlukan banyak alternatif bahan bacaannnya, kemudian memberikan kebebasan bagi siswa untuk memilih. Tantangan bertambah karena tidak ada toko buku yang cukup representatif di Kabupeten ini. Ingin menggunakan media internet untuk mencari novel tapi permasalahan mengenai hak cipta menjadi hal yang cukup serius untuk disikapi. Hal-hal seperti ini adalah tantangan bagi guru yang harus wajib dicarikan jalan keluarnya.

Ah, sebelum tulisan ini semakin melebar dan tidak fokus. Izinkan kami mengucapkan terima kasih kepada Mas Iwan Setyawan yang telah menunjukkan kepada kami bahwa pendidikan yang baik adalah jalan yang baik pula untuk mengubah masa depan. Selamat ulang tahun Mas Iwan, terima kasih banyak🙂.

2 comments on “Selamat Ulang Tahun Mas Iwan Setyawan!

  1. Budi santosa
    11 Desember 2011

    sekarang banyak guru bahasa yang menomorseratuskan sastra
    salut dengan guru muda satu ini yang masih menggiatkan sastra
    salam dari ampah

    • Panji Irfan
      12 Desember 2011

      Masih belajar pak, he..🙂. Saya lebih salut dengan Pak Budi yang pendidikan mayornya sains namun menguasai peran dengan baik menjadi guru bahasa Indonesia. He.. Salam dari Seruyan pak😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 4 Desember 2011 by in Novel, Pendidikan, Ruang Kelas, Sastra and tagged , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,552 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: