Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Terima Kasih Mas Seno Gumira Ajidarma

Saya tak pernah tahu banyak mengenai cerpen. Saya guru yang sedang belajar untuk tidak menjadi guru yang buruk. Di kelas IX banyak sekali materi mengenai cerita pendek. Ada materi menulis, menganalisa, mengomentari, membacakan, dan menceritakan kembali.

Memiliki antologi cerpen adalah keharusan bagi berlangsungnya pembelajaran, karena contoh cerpen dalam buku pelajaran seringkali tidak cocok dengan keadaan siswa yang khas. Begitu pula dengan karya cerpenis dari luar seperti Chekhov, Maupassant, Oscar Wilde, O. Henry, dll. (Hal ini tak bermakna karya tersebut kurang baik, namun lagi-lagi ini masalah penerimaan dari siswa) Jadi selama ini andalan belajar cerpen adalah antologi cerpen Rawa yang didominasi latar tempat Kalimantan.  Lantas bagaimanakah jika kami hendak memiliki buku antologi cerpen namun tak dapat dibeli dengan segera karena lokasi tempat membeli buku yang sangat jauh? Sedangkan kita memerlukan sumber belajar tersebut dengan segera?

Nah, barangkali inilah saatnya kita memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk lebih memberdayakan kegiatan belajar siswa. Kami mengoneksi internet. Di jejaring internet ternyata cukup sulit menemukan laman atau blog yang dibuat oleh seorang cerpenis dan diaktualisasi secara berkala. Tapi tak apalah, hal ini tentu tak mengindikasikan kualitas karya dari penulisnya, hanya saja kami sangat bersyukur ketika sampai di laman Seno Gumira Ajidarma (peraih Khatulistiwa Literary Award 2005). Di laman ini karya-karya legendaris Mas Seno dapat ditemui dengan mudah. Murid-murid benar-benar ketagihan membaca cerpen Saksi Mata yang bertema spesial namun disampaikan dengan sangat renyah.

 

Cerpen yang menjadi kegemaran kami ini disajikan dengan dominasi bentuk dialog. Isi dialog mudah diikuti, berisi hal sederhana namun syarat dengan perlambang. Kemurahan beliau sangat terasa pula karena memperbolehkan pengunjungnya untuk menyimpan cerpen-cerpen lainnya. Kami berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini sesuai tempatnya dengan tak mengomersialkannya🙂 . Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 25 Oktober 2011 by in Adagium, Cerpen Siswa, Pendidikan, Ruang Kelas, Sastra, Testimonium and tagged , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: