Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Menulis Surat Pribadi

Langsung terngiang bagian lirik lagu Sore yang berjudul Setengah Lima dari album kedua mereka Ports of Lima. Bagian lirik tersebut terletak pada reffrain  mati suri di taman. Nah, pasnya saya tinggal di Desa Terawan Kabupaten Seruyan. Terkadang lirik lagu tersebut menjadi mati suri di Terawan, persis seperti blog ini.

“Laptop kita rusak, benar-benar rusak ah, semoga tidak dibiasakan menjadi biang kerok kemalasan.” ; “Eh, modem sekolah tidak dipakai.” ; “Wah, ayo selagi ada komputer dan modem sekolah nganggur kita serbu!” Begitu ujar diri saya.

….

Pagi ini penantian kami terjawab. Benda itu berwarna merah, ditulisi alamat yang dituju dan pengirimnya dengan lengkap. Kami membuka bungkusan itu dan mengambil isinya  tanpa melihat warna-warni amplop di dalamnya terlebih dahulu (sejujurnya keadaan mulai tak terkendali karena setiap anak sudah tak sabar untuk mengambil isinya). Bungkusan itu adalah puluhan surat yang dikirim oleh teman kami di MTSN Model I Pandeglang Prov. Banten. Kami telah sepakat sebelumnya akan saling mengirimkan surat pribadi kepada masing-masing siswa, surat dari 3 kelas untuk 3 kelas lainnya.

Vera mengajukan diri untuk membuka Paket

Pelajaran yang dapat mewadahi kegiatan ini adalah menulis surat pribadi (Materi pelajaran kelas VII semester I). Tahun-tahun sebelumnya kami mengirim surat tersebut untuk para tenaga kepegawaian sekolah yang berjasa. Namun karena tak bersifat resiprokal (timbal balik) hal tersebut kurang menyenangkan bagi siswa. Akhirnya setelah menghubungi beberapa kawan, ada guru bernama Novita Angraini (guru bahasa Indonesia MTSN Model I Pandeglang) yang bersedia melakukan kerja sama.

 

Isi surat dari teman baru kami di Banten sangat beragam, namun memiliki benang merah yakni pertanyaan mengenai keadaan alam Kalimantan. Ah, Kami pun akan menulis surat balasan yang baik dan rapi untuk teman kami di Banten. Kami berharap semoga teman kami di Pandeglang bisa bersabar karena jarak kantor pos dan sekolah kami ada di kisaran 100 km.

Terima kasih sahabat penaku!

sumber foto: Ports of Lima,

6 comments on “Menulis Surat Pribadi

  1. MTsN Model Pandeglang I
    21 Oktober 2011

    Ditunggu balasannya, Pak! Anak-anak sudah tidak sabar! hehe

    • Panji Irfan
      25 Oktober 2011

      Ok pak/bu. Lumayan jauh ni ke kantor posnya (100 km). Klo berangkat ke sampit sudah mengajar, kantor posnya sering tutup, he.. akan diusahakan lebih cepat🙂

  2. tricahyautari
    19 Oktober 2011

    Pak guru yang kreatif, mantab..
    salam kenal dari saya😀
    http://tricahyautari.wordpress.com

    • Panji Irfan
      19 Oktober 2011

      Belum. Sedang belajar meski masih jauh🙂. Terima kasih sudah berkunjung.

  3. Liaaf
    17 Oktober 2011

    Wow…asik nya… Selain jadi pandai menulis surat, punya teman baru lagi dan utamanya bisa jadi sarana mengenalkan Kalimantan kpd daerah luar.

    Salut deh, pak…

    • Panji Irfan
      19 Oktober 2011

      Betul Lia, kita jadi saling mengenal dan merasakan kekayaan Indonesia dengan rasa yang lain. Salam🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 Oktober 2011 by in Helo Borneo, Kronik, Pendidikan, Ruang Kelas, Seruyan and tagged , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: