Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Bahasa Indonesia sebagai ….

Pelajaran bahasa Indonesia adalah pelajaran yang dipelajari semenjak siswa-siwa SD hingga perguruan tinggi sekalipun. Di perguruan tinggi biasanya pelajaran ini masuk dalam kategori MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum). Porsi jam pelajaran yang banyak di setiap jenjang pendidikan, mengindikasikan pelajaran ini memiliki peran yang sangat strategis.

Namun rupanya pelajaran ini belum mencapai tahap yang maksimal. Para siswa masih banyak yang terasing dari empat keterampilan berbahasa, terutama membaca dan menulis. Setelah menghabiskan banyak waktu untuk pelajaran bahasa Indonesia, hasilnya tetap tak mengesankan. Beberapa tantangan ini kami coba carikan solusinya seperti mempelajari aneka kiat membaca dan menulis dari buku, melaksanakan buku proyek menulis dan membaca bulanan, hingga mendatangkan langsung para pemateri dari kalangan wartawan dan penerbitan buku dalam sebuah kegiatan pelatihan, namun gejalanya tetap belum menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Jangan-jangan sejauh ini membaca dan juga menulis dibebani dengan kesan yang tak menyenangkan, membosankan, dan melelahkan? Hal ini telah coba dipecahkan dengan menghadirkan buku bacaan yang mudah ditelusur, memiliki daya pikat, dan bermanfaat bagi banyak masyakarat. Buku tersebut lantas disusun dengan menarik sedemikian rupa di dalam kelas. Untuk menyemangati siswa menulis, dilaksanakanlah buku proyek menulis bebas bulanan. Hasilnya? Belum terukur dan belum dapat dirasakan peningkatannya secara signifikan. (Ah, entahlah barangkali kemampuan anak-anak meningkat dalam membaca dan menulis cuma peningkatannya masih sangat rendah).

Pelik sekali kegiatan membaca dan menulis ini, teladan dari guru pun mutlak diperlukan. Seumpama pendidikan karakter yang banyak dihembuskan namun jika penyampainya tidak melaksanakan anjurannya maka kemurkaan Tuhan yang Maha Besar menanti. Bahasa Indonesia selanjutnya dapat menjelma sebagai pelajaran yang terlalu mudah, membosankan, membebani, membatasi atau bisa juga menjadi pelajaran yang menyenangkan, menginspirasi, dan menjadi modal memasuki ke berbagai disiplin ilmu, karena bahasa adalah ibu segala ilmu.

Tulisan ini adalah perasaan bersalah yang melanda karena ketidaksesuaian perkataan dan perbuatan dalam mengajar bahasa Indonesia. Ya, benar saya masih dalam tahap mengajarkan bahasa Indonesia dan bukan membuat siswa belajar bahasa Indonesia. Selamat belajar untuk diri sendiri😀, sembari mengingat banyaknya guru bahasa Indonesia yang menginspirasi seperti Pak Hernowo, Pak Sawali Tuhusetya, Kang Erwan Juhara, Mbak Eka Retno, Bu Bekti Patria, Kang Ujianto Sadewa, Kang Alex Atmadikara, Nana Jiwayana, Jafar Fakhrurozi, Rafiuddin, Rudi Ramdhani, dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11 Oktober 2011 by in Kronik, Testimonium and tagged .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,552 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: