Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Buku Wind Rider Membuat Materi Laporan Lebih Hidup!

Buku memoar berbentuk laporan perjalanan ini adalah sebuah buku yang mudah untuk ditelusur dan memiliki daya pikat yang luar biasa. Hal ini sudah dibuktikan ketika saya mengisi jam wali kelas yang kosong karena guru yang bersangkutan tak bisa hadir di sekolah.

Saya membagi pin untuk beberapa siswa yang poster karyanya dimuat di ruang bahasa. Poster terpilih tersebut berisi anjuran untuk merawat lingkungan. Nah, pin yang dibagikan itu bertuliskan “Jeffrey Polnaja Fans”. Sontak beberapa siswa langsung terpicu untuk bertanya siapakah nama seseorang yang tertulis dalam pin ini?

 

Ketika pertanyaan yang penuh rasa penasaran itu mengemuka, saya memperlihatkan buku tersebut. Buku yang akan memberikan tenaga baru pada beberapa materi mengenai materi laporan (reportase)  yang jumlahnya cukup banyak (menganalisis, menanggapi isi laporan, menyampaikan laporan secara lisan, menulis laporan, dan melaporkan secara lisan berbagai peristiwa). Sebelumnya teks pedoman dalam pelajaran berbasis materi ini hanya mengandalkan teks dari beberapa BSE. Di tahun berikutnya saya banyak menemukan cd-cd murah di toko buku yang isinya sangat bernuansa reportase seperti cd pengamatan mengenai gajah oleh Martin Colbeck selama 15 tahun (An Eye For Elephant), dan film 127 Hours dengan bintang utama Aron Ralston (laporan perjalanan canyoneering yang berhasil bertahan hidup dengan segala rintangannya), video-video saat gentingnya dapat ditelusuri di youtube dengan mengetik nama tersebut. Semua ini adalah upaya terhadap pemenuhan rasa haus siswa akan hal yang lebih baru, akrab, dan inspiratif.

Kembali lagi ke pokok tulisan, hadirnya buku yang berisi nafas perdamaian yang ditulis oleh orang Indonesia yang mengelilingi dunia dengan motor ini membuat kami semua tersenyum bahagia. Saya membacakan ringkasan pada bagian belakang cover buku, beberapa siswa yang asyik berdiskusi kecil langsung mendengarkan pembacaan singkat buku tanpa diminta. Saya mulai membaca nyaring dengan semenarik mungkin bab awal pada buku yang membahas bahwa kita tak boleh meremehkan hal-hal sederhana karena bisa jadi itu yang akan menyelematkan kita. Walhasil respon siswa beragam; ada yang melongo, tersenyum, meringis, hingga berdecak kagum. Pembacaan selanjutnya buku tersebut dilakukan dengan nyaring oleh berbagai kelompok dalam kelas.

Ya Tuhan, terima kasih atas kesempatan ini. Berikan kekuatan dan berkah pada Kang JJ, semoga perjalanan mengelilingi dunia tahap berikutnya dimudahkan. Kami yang ada di kelas telah terbakar semangatnya untuk lebih berani, sabar, dan penuh rasa syukur menghadapi rintangan dalam belajar. Peace on earth!

2 comments on “Buku Wind Rider Membuat Materi Laporan Lebih Hidup!

  1. Mita
    9 Juni 2013

    Saya mau pesan buku ini, masih ada tidak stoknya?

    • Panji Irfan
      14 Juni 2013

      Wah, mohon maaf belum bisa membantu. Saya tidak jualan bukunya. Coba di toko buku mayor seperti Gramedia, Toga Mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 September 2011 by in Adagium, Buku, Ruang Kelas, Testimonium and tagged , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,552 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: