Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

JJ yang Lain. Jaap Jan Gamering.

JIka sebelumnya yang ditulis adalah mengenai petualangan luar biasa Jeffrey Polnaja (Kang JJ) dan kemungkinannya untuk diapresiasi bersama-sama dalam kelas, maka selanjutnya adalah JJ yang lain sebagai bahan tulisan.

Beliau memperkenalkan diri sebagai JJ dari nama panjangnya Jaap Jan Gamering. Bagi penikmat sepakbola yang seusia saya barangkali akan tahu dengan salah satu pemain dengan nama Jaap yang populer. Entah pikiran saya langsung tertuju pada pemain belakang Belanda dengan julukan “Karang dari Krompen”, pemain itu adalah Jaap Stam. Alhamdulillah obrolan dengan Jaap Jan Gamering akhirnya menjadi lebih cair karena dimulai dari hal-hal yang kami kenal bersama yaitu olahraga.

Pengalaman kurang menyenangkan dengan kaum kompeni ditepikan dulu. Jaap mengunjungi sekolah dan memperkenalkan diri sebagai seorang ahli botani dan lingkungan hidup dari Belanda. Tujuan beliau menuju Indonesia adalah mengecek keadaan lingkungan hidup di Kalimantan Tengah, lebih spesifik lagi adalah menganalisa dampak adanya perkebunan kelapa sawit terhadap lingkungan sekitarnya.

 

Berbeda dengan departemen lingkungan hidup yang ada di perusahaan-perusahaan kelapa sawit, kehadiran Jaap adalah bersifat netral dan independen, bebas dari intervensi. Kabar bagus karena sejauh ini pro kontra mengenai perkebunan terus bergulir tanpa henti. Indonesia mendapat banyak tekanan dari negara maju mengenai pengelolaan hutannya, sedangkan beberapa anggota DPR kita menyerang balik dengan menulis sebuah buku berjudul dusta-dusta greenpeace.


Kami yang berada di tengah pusaran konflik tersebut tentu sangat menantikan hasil inspeksi dan penelitian mandiri dari Jaap. Kami yang berkegiatan di sekolah ikut gelisah. Akhirnya kunjungan Jaap selama 15 menit di sekolah diakhiri foto bersama. Beliau meninggalkan alamat email dan berjanji akan memberi benih-benih bunga tulip untuk ditanam di kebun sekolah. Sebelum ia meninggalkan sekolah saya mengeluarkan kalimat terakhir saya kepada beliau, “Please meet the indigenous people. Please find Mr. Kusni Salang in the internet.”

sumber foto Jaap Stam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22 Agustus 2011 by in Helo Borneo, Sekolah Eksternal, Seruyan, Testimonium.

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: