Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Do`a

teramat bebal dan lupakah aku?

mengapa ada senyum di bibirmu?

 

dimana kesalahan kami?

begitu entah puasa ini,

mereka dengan tilawah itu,

dimana kelengahan kita?

 

lalu, aku mulai menulis lagu tentang kesakitan dan kesempitan,

ada burung beterbangan dalam hati

jika hari petang maka awan akan menghilang ke diafragma,

burung itu hinggap di dahan pinggir sungai kering

lalu melihat ke atas melalui mataku melihat ke atas menuju langit

mengaduk-aduk bintang

 

Tuhan, semoga ada hujan untuk semua orang yang berpuasa.

Bandung, 22 September 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 Juni 2011 by in Buih Pulih 2007/08, Puisi, Sastra and tagged .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,552 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: