Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Berdamai dengan Badai

adalah tumpukan resah dan sungsang,

yang telah menggulung serangga kecil, daun dan bulu-bulu

di geladak, kayu akan tua dan berlubang

di rumah, atap mulai kering

di pekuburan, tanah telah pecah

adalah berkubik lumpur yang luncur,

yang telah merendam konde, maskara, dan sepatu

pada piring, nasi berseling pasir

pada ruang, ac yang melunta

pada jalan, karbon melanglangbuana

adalah koloni gunung, hutan, dan tanah

berpusar dalam lara

manusia menulis rumus

sungai merancang arus

manusia mengail apapun ke kedalaman

gunung meludahkan apapun

manusia mulai cerai dan bepergian

badai ratusan knot segera datang

Bandung, 24 November 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 Juni 2011 by in Buih Pulih 2007/08, Puisi, Sastra and tagged .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: