Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Tinggalkan Sekolah Sebelum Terlambat (1)

“Sekolah tidak penting, tapi pendidikan itu penting”. Adagium ini merupakan nafas buku Tinggalkan Sekolah Sebelum Terlambat terbitan Kaifa. Bukunya relatif tipis hanya 300-an halaman dengan ukuran kertas A5, namun buku ini tak bisa dijelajahi dengan cepat karena banyak teori spekulatif dan imajinatif dari Bach. Sikap untuk tidak mudah menerima kebenaran dari ucapan orang lain adalah rekomendasi dari beliau sendiri.

Siapakah James Marcus Bach? Beliau adalah seorang ahli IT kelas dunia dengan spesialisasi sebagai analisis kelayakan suatu perangkat lunak di perusahaan Apple Computer yang ternama. Hal istimewanya adalah beliau tak tamat menyelesaikan pendidikan SMA-nya. Cemoohan, ejekan, anggapan remeh para teman dan gurunya adalah hal-hal rutin yang biasa beliau terima. Beliau secara terbuka mengatakan sekolah adalah pembunuh, namun semua sikap perompaknya itu tak hanya berbusa-busa. Bach memutuskan hengkang dari sekolah dan mulai mengarungi ilmu pengetahuan secara mandiri dengan kerja keras dan cinta.

Bach selalu menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang bajak laut dengan pemberian ilustrasi sejarah kehebatan bajak laut di bagian awal buku. Selanjutnya adalah perincian sebelas metode belajar secara ototidak berdasarkan pengalamannya. Setengah buku ini belum dituntaskan sehingga tulisan ini buang sauh sampai di sini.

πŸ™‚ Jangan-jangan siswa di sekolah kami berpikiran sama namun terlalu pemalu untuk menunjukkannya.

sumber foto:Β http://rumahinspirasi.com/homeschooling/tag/tinggalkan-sekolah-sebelum-terlambat

6 comments on “Tinggalkan Sekolah Sebelum Terlambat (1)

  1. Ray
    2 September 2011

    memang benar kata beliau…..!
    kenapa ngga dari dulu beliau ciptakan bukunya,biar saya ngga susah-susah sekkolah,

    • Panji Irfan
      6 September 2011

      He.. Sebenarnya jalan yang ditempuh Marcus Bach lebih berat karena harus belajar secara mandiri dengan memetakan sendiri porsi belajarnya, he..πŸ˜€

  2. Ikky21
    9 Juni 2011

    Hey, aku inging buku ini. Adakah di toko buku?

  3. hamdani
    7 Juni 2011

    Bisa jadi bahan refleksi dan evaluasi ni…

    • panjiirfan
      7 Juni 2011

      Betul Mas Hamdani. Maaf postingannya nanggung, belum selesai dibaca bukunya, he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 6 Juni 2011 by in Adagium, Bahan Belajar, Buku and tagged , , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: