Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Juni

Bulan baru, semangat baru. Juni adalah kumpulan hari penuh sejarah, setidaknya bagi saya. Ketika masih bersekolah di SMA, ada seorang guru magang yang mengenalkan antologi puisi Hujan Bulan Juni, lengkap dengan versi musikalisasi puisinya. Teman-teman di kelas yang telah memiliki selera tersendiri mengenai musik dan keindahan tentu tak mudah menerima suguhan itu. Kala itu, dunia musik remaja sedang diinvasi hebat oleh banyak grup musik dari Inggris semisal Oasis, Pulp, Blur, Suede. Sebenarnya tidak hanya Inggris, tapi dari Amerika juga, benang merahnya adalah penggunaan gitar yang dominan pada tiap seksi, pemanfaatan string, dan aksen kenal berbahasa.

Sejujurnya banyak diantara kami tak paham mengapa selera kami gamang dan kebarat-baratan, tapi guru magang kami rupanya mengerti dan lantas memasuki dunia kami. Bu Fadilla (guru magang) membahas lirik beberapa lagu british pop yang berlirik puitis di papan tulis, lantas lirik itu disepadankan dengan beberapa larik dalam puisi Hujan Bulan Juni. Perlahan-lahan terasa kedalaman lirik Hujan Bulan Juni tinimbang lirik lagu tersebut, apalagi jika mendengarkan musikalisasi puisinya yang berbau-bau galau seperti selera kami. Selidik punya selidik ternyata pemain gitar dalam musikalisasi puisi tersebut adalah Jubing Kristianto (wartawan yang memilih menjadi gitaris dengan kerendahhatian dan kebaikannya untuk berbagi aransemen secara gratis) dengan komposisi padanan nada yang mirip gaya-gaya The Beatles. Rupanya kesimpulan ngawur itu dijawab oleh puisi Dalam Diriku yang menyertakan lirik lagu Because (album Abbey Road) dan ternyata karakteristik paduan suara dalam lagu aslinya memengaruhi musikalisasi puisinya.

Dalam Diriku

Because the sky is blue
It makes me cry
(The Beatles)

dalam diriku mengalir sungai panjang,

darah namanya;
dalam diriku menggenang telaga darah,

sukma namanya;
dalam diriku meriak gelombang sukma,

hidup namanya!
dan karena hidup itu indah,

aku menangis sepuas-puasnya

Saya teringat kembali semua peristiwa manis bersama guru itu. Saat itu hari bergerimis, guru itu membawa radio tape konvensional untuk memutarkan musikalisasi puisi. Kini, beliau belum bisa saya temui lagi, saya ingin sekali mengucapkan, “Terima kasih Bu Fadilla.”

2 comments on “Juni

  1. akhnayzz
    1 Juni 2011

    saya juga suka beatles mz,,
    salam kenal ya..
    selamat berkarya<<

    • panjiirfan
      1 Juni 2011

      Salam kenal mbak atau mas ini ya? he.. terima kasih doanya. Blog yang bagus akhayzz.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 1 Juni 2011 by in Musik, Puisi, Ruang Kelas, Testimonium and tagged , , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: