Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Terpujilah Wahai Engkau Bapak Sartono!

Pak Sartono adalah penggubah himne guru yang termahsyur itu. Beliau hingga masa pensiunnya adalah seorang guru honorer sekolah swasta di Madiun (SMP St. Bernardus). Himne tersebut jadinya serupa memoar bagi penulisnya yang hidup dengan kesederhanaan namun dengan nurani yang lembut dan peka ketika menjadi seorang komponis. Ruang tamu rumahnya dipenuhi aneka piagam dan sertifikat dari bermacam instansi, bervariasi dengan tembok semi permanen.

Pak Sartono lahir pada tanggal 29 Mei 1936, sekarang usia beliau adalah 75 tahun. Kegiatan sehari-hari beliau melayari waktu dilakukan bersama istri tercinta Ignatia Damijati (beliau tak dikaruniai keturunan). Ah, toh keturunan dari komponis legendaris Ismail Marzuki pun hingga kini kerepotan memenuhi keperluan hidup sehari-hari, tak memiliki rumah, tak memiliki jaminan kesehatan. Padahal kita tahu nama Ismail Marzuki dijadikan nama balai kesenian, nama jalan, dll.

Lagu gubahan Pak Sartono resmi dijadikan Himne guru pada tahun 1980 oleh  menteri pendidikan saat itu, Darji Darmodiharjo. Lagu tersebut memenangi kompetisi pembuatan lagu untuk guru, menyisihkan puluhan lagu yang dilombakan. Kala itu judul lagu gubahan Pak Sartono berjudul Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, lagu gubahannya sampai sekarang digunakan guru dimana saja, tapi keterbatasan masih lekat di rumahnya. Seperti itulah kehipan beliau dan istri yang kini mengandalkan uang pensiunan sang istri yang guru PNS. Kehidupan beliau benar-benar dilingkupi hal-hal yang kontradiktif: lagu diagung-agungkan namun tidak kesejahteraannya, mengajar di Sekolah Nasrani meski beliau adalah seorang muslim, murid yang mendengarkan lagu itu ada yang menjadi doktor, profesor, pilot, atlet namun pendidikan beliau bahkan tak tamat SMA. Hidup beliau selalu sepi dari obrolan anggaran pendidikan 20% dari APBN, dari berkas-berkas guru untuk sertifikasi, kecurangan guru saat UN, dari kompetensi guru-guru RSBI.

 

Demikianlah yang dapat ditulis mengenai beliau. Terus terang di mesin pencari google atau bing, laman informasi untuk beliau sangat terbatas. Nama beliau bahkan kalah populer di dunia maya dari seorang penjahat yang bernama sama dan masih berusia setengahnya (33 tahun). Inilah tulisan yang sangat ingin ditulis namun dengan kondisi data yang miskin dari penulis, seumpama jiwa yang simpati namun tak melakukan pertolongan apapun.

Alhamdulillah dengan pemanfaatan media TIK, berita mengenai Pak Sartono dapat kita temui dengan lebih mudah dan perhatian kita terhadap beliau pun dapat diwadahi. Orang-orang yang peduli terhadap beliau dapat menghubungi akun facebook Dompet Hymne Guru. Yuk, berpartisipasi!

sumber foto: sendiri, berdua

2 comments on “Terpujilah Wahai Engkau Bapak Sartono!

  1. budies
    5 Juni 2011

    Kalimat terakhir pada lagu ini sudah diganti berdasarkan …. http://pgribartim.byethost7.com/hymne-guru/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 31 Mei 2011 by in Musik, Pendidikan, Soliter Primer and tagged , , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,552 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: