Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Dari La Masia untuk Kami

Barcelona lebih dari sebuah klub (El Barça, és més que un club). Barcelona dimiliki oleh penggemarnya, presiden klub ini dipilih langsung oleh pembeli tiket bukan hanya oleh direksinya. Barcelona menolak memasang sponsor komersial, namun sayangnya karena krisis keuangan tradisi ini ditinggalkan karena mulai musim depan Qatar foundation resmi menjalin kontrak. Sementara itu kerja sama dengan UNICEF tetap berlangsung. Klub ini pun merupakan simbol perlawanan terhadap diktator Fransisco Franco.
Barcelona lebih dari sebuah klub (El Barça, és més que un club). Para pemain binaan dari Akademi La Masia mendapat kepercayaan besar untuk menghuni klub senior, pembelian pemain diperuntukkan untuk melengkapi saja. Formasi awal tim yang memenangi Liga Champions 2011 melawan Manchester United di final, didominasi oleh pemain binaannya. Pemain Barca yang bukan lulusan La Masia adalah Daniel Alves, Eric Abidal, Javier Mascherano, dan David Villa. Apakah Akademi La Masia berhasil? Entahlah, tetapi faktanya lulusan akademi ini pun adalah tulang punggung Timnas Spanyol yang menjuarai Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010 di Afsel, (Xavi, Iniesta, Puyol, Busquet, Pique, Pedro). Gaya bermain klub adalah total football dan dipadukan dengan konsep tiki-taka (permainan umpan-umpan pendek akurat) menyebabkan penguasaan bola yang dominan dengan skema penyerangan yang dimulai dari penjaga gawang.
 
Bagi kami, pemilihan klub sepak bola yang digemari adalah masalah selera. Tulisan ini hanya memaparkan salah satu keteladanan dari sebuah sistem pendidikan yang telah memajukan persepakbolaan spanyol. Sebuah sistem yang membuat para muridnya bekerja keras berlatih dari usia yang sangat belia, dan kerja keras mereka berbuah dengan kepastian bahwa mereka akan mendapatkan tempat di tim senior jika menunjukkan perkembangan yang baik. Jika ditelaah secara kajian akademis, ini berarti akademi tersebut sudah menerapkan teori Contextual Teaching & Learning, dan Project Based Learning. Ah, terlepas dari istilah asing di bidang pendidikan itu. Hal indah terbaru adalah ketika Carles Puyol sang kapten memberikan ban kaptennya kepada Eric Abidal yang baru sembuh penyakit dari tumor hati. Pemberian ban kapten tersebut membuat Abi mendapat kesempatan pertama untuk mengangkat trofi Liga Champions 2011.
Tak berlebihan rasannya motto klub El Barça, és més que un club.
sumber foto: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6834405

2 comments on “Dari La Masia untuk Kami

  1. Pudji A Santoso
    30 Mei 2011

    Thanx to up pload this nice text… U try to give me more explanations about visiting of another person to stimulate the spirit at all…

    • panjiirfan
      30 Mei 2011

      He.. teks dengan respon agak meluas. Makasih Ibu Pudji!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 Mei 2011 by in Kronik, Olahraga, Pendidikan and tagged , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: