Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Dari David Belle untuk Guru

Saya menonton film rilisan Perancis berjudul Banliaue 13 (district 13). Dari segi alur cerita, film itu biasa saja, namun yang menarik adalah aksi dari para pemerannya yang melakukan gerakan akrobatik yang luar biasa. Baru saya tahu belakangan bahwa pemerannya yaitu David Belle adalah perintis seni parkour. Nilai-nilai Parkour yang disemai oleh David Belle benar-benar sepadan dengan hal yang harus dianut guru. Tulisan ini bukan bertujuan untuk mendoktrin bahwa keseluruhan nilai pada parkour adalah segalanya, atau semua orang guru harus menjadi praktisi parkour, bukan.

  (klik pada gambar untuk terhubung ke sumber foto)

Apakah itu parkour? Parkour adalah seni disiplin, bukan cabang olahraga atau cabang seni bela diri. Disiplin? Ya dispilin. David Belle memilih kegiatan yang telah dilakukannya itu adalah sebuah seni untuk berdisplin. Bela diri adalah untuk membela diri (fight) sedangkan parkour adalah melarikan diri (flight), atau seni bergerak dari satu titik dengan titik lainnya dengan cepat dan efisien. Perselisihan pun terjadi antarsesama praktisi parkour senior yang ingin membuat kegiatan ini dimodifikasi dengan gerakan akrobatik yang lebih indah. Termasuk gerakan-gerakan parkour yang dilakukan untuk kepentingan komersial seperti iklan, film, dll. David ingin kegiatan ini terjaga orientasinya, Parkour bukan untuk ajang pamer dan bergaya-gaya.

Kesederhanaan dan kerendahhatian dari sang perintis ini membuat parkour makin menjamur ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sikap ini salah satunya tercermin dari keinginannya untuk mengunggah video dirinya yang sedang terjatuh, ketika berupaya melompati sebuah rintangan. Dalam video itu terlihat bahwa sebelum melompat, David telah memperhitungkan jarak dan latihan terlebih dahulu. Meskipun beliau pada akhirnya terjatuh, beliau terlihat senang dan antusias untuk mencobanya lagi (padahal beliau terjatuh dari tempat yang cukup tinggi). Barangkali inilah pelajarannya, bahwa luka itu nyata dan tugas kita adalah bangkit dari kegagalan. Hidup tak dapat diprediksi!

Kegiatan ini makin menarik perhatian karena rekan saya yang juga seorang guru ternyata seorang praktisi parkour, beliau adalah Alex Atmadikara. Sedari dulu Bang Al mempunyai sudut pandang yang luas sebagai guru. Beliau dikenal karena kepiawaiannya bermain musik, menulis puisi, bertahan hidup di alam terbuka, dan kini bertambah lagi kepakarannya sebagai seorang traceur (praktisi parkour). Secara sembarangan saya berteori, semakin banyak sudut pandang dan keterampilan seorang guru maka semakin baik (ngawur.com). Yang Kegiatan ini tentu lebih bermanfaat untuk anak muda dari sekedar konvoi bermotor yang kebut-kebutan di jalan.

  (klik pada gambar untuk terhubung ke sumber foto)

Untuk mengenal lebih dekat mengenai parkour dapat mengikuti ulasannya di wikipedia dan forum onlinenya di Indonesia. Dan berikut ini adalah nilai-nilai dalam seni berdispilin parkour yang dapat ditelaah.

1. seni untuk melewati masalah

2. melawan rasa takut

3. bangkit dari kegagalan

4. fleksibitas dan kebebasan

5. anti kompetisi

Jika kamu berniat untuk menolong – jika kamu adalah traceurs sejati dari lubuk hati – maka kamu tidak akan bergerak maju sendirian, tetapi kamu akan menuju ke barisan terbelakang dan menolong orang lain untuk maju bersama kamu.” (David Belle)

Tulisan ini berniat membingkai parkour dalam sudut pandang guru dan manfaatnya. Tapi Saya merasa tulisan ini sangat dangkal dan boyak. Tak apa, kedispilanan adalah hal yang sedang saya pelajari. Saya sedang belajar untuk setiap hari menulis. Bismillah, mari bergerak!

2 comments on “Dari David Belle untuk Guru

  1. Alex Atmadikara
    27 Mei 2011

    halah…haha…mengenai proses itu…bisa lihat di note-ku di fb bray….

    • panjiirfan
      28 Mei 2011

      Ulasan pelaku pasti lebih berbobot, he.. Tapi bang al sudah populer di sekolah, hehehe… Ok bang nanti ditengok, he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24 Mei 2011 by in Olahraga, Pendidikan, Soliter Primer, Testimonium and tagged , , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: