Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Kontra

Saya sangat bersyukur karena telah menikah pada tanggal 26 Desember 2010. Di zaman sekarang menikah dengan konsep sederhana sepertinya mulai usang. Jadi bagi tipikal pemuda pas-pasan seperti saya, alangkah besar karunia Tuhan yang diberikan kepada saya dan keluarga atas pernikahan ini. Hari Minggu itu, hari yang amat membahagiakan.

Malam harinya di Tangerang, aula tempat kami menikah pada siang harinya, berubah drastis. Aula masih tetap ramai, namun para pengunjung lebih beragam, dari kawula muda hingga manula. Mereka semua disana hadir dalam suasana yang lebih santai. Malam itu ada pertandingan sepak bola AFF 2010, babak final pertama antara Malaysia dan Indonesia. Indonesia yang tidak pernah kalah pada partai-partai sebelumya, dipercaya benar akan menang mudah, bahkan dengan skor telak. Maklum, pertemuan pertama kedua tim ini di babak penyisihan grup, Indonesia menang 4-1.

Harapan yang tinggi membumbung dibangunkan oleh kenyataan yang membumi. Malaysia yang punya tempat tak baik dalam hati, lagi-lagi mengungguli kita. Semua penonton di aula itu larut dalam kesedihan dan kekecewaan. Saya tak terlalu sedih malam itu karena momen pernikahan tadi siang yang dihadiri keluarga, saudara, dan teman, masih memenuhi kepala. Tiba di rumah istri, muka-muka sedih dari keluarga baruku tak dapat dikaburkan, “Indonesia kalah!”

20 Mei Hari Kebangkitan Nasional. Masyarakat menantikan kebangkitan dari salah satu hal yang mereka cintai di negeri ini. Dari sekian kegagalan aspek-aspek kenegaraan berupa simbol, sistem, hukum, dan ekonomi, sepak bola adalah obat dan harapan masyarakat. Di lapangan hijau itu, timnas Indonesia menjadi semacam arkeologi cinta tanah air, bela bangsa, dan kerukunan antarras di negara terkaya suku bangsanya (sepertinya, pelajaran PKn yang kering akan kalah dengan kegiatan menonton timnas di Stadion GBK ini).

Kita semua berharap belenggu kepemimpinan PSSI dari koruptor akan tergantikan oleh pemimpin yang lebih baik. Kita bisa lihat bagaimana koruptor tersebut masih bersusah payah mempertahankan jabatannya. Hal lucu yang diucapkannya adalah, “Saya sebenarnya sudah tak ingin memimpin, namun teman-teman masih mempercayai saya,” atau “Para supoter yang meminta saya untuk mundur itu sudah ada yang mengatur dan ada yang berkepentingan di belakangnya.”  Saya bodoh, tapi hei apakah koruptor ini tahu rasa malu?

Kongres PSSI telah diselenggarakan dengan komite normalisasi sebagai panitia. Uang yang digunakan untuk menghelat acara ini sebesar 2 milyar dengan hasil; pertunjukan kelihaian sebagai argumentator dan kritikus dalam membela yang benar, setidaknya benar dalam konsep kelompok 78. Siapakah kelompok 78 orang itu diantara kami masyarakat Indonesia yang jumlahnya tak kurang dari 230.000.000 jiwa? Siapakah kalian yang mengaku-ngaku mencintai olahraga namun meracau dan berkoar tanpa etika seperti klakson pada jam pulang di Jakarta? Kami malu, kecewa, dan marah!

Uang 2 milyar itu dapat membangun sarana untuk aneka transportasi di kabupaten kami di Seruyan. Sehingga teman kami di pelosok sana, tak perlu menempuh 30 jam perjalanan untuk sekedar menuju ibu kota kabupaten.  103 tahun sejak dicanangkannya Hari Kebangkitan Nasional, boleh jadi ini adalah yang terburuk dalam sejarah peringatannya.

Alhamdulillah, masih bisa berbahagia karena blog boyak ini dinilai sebagai blog guru terbaik se-Kalteng 2011 kategori pemula. Saya bahagia karena apa yang saya tuliskan ada seatom maknanya. Namun malam hari ini listrik masih padam lebih dari tiga jam dan dalam kegelapan ini, rumah tetangga saya nyaris hangus terbakar karena lilin yang dinyalakannya menyambar jelly can bensin di ruang tamu. Kegelapan malam di tengah hutan dan kobaran api setinggi pohon ketapang berumur tiga tahun. Ah, kebahagiaan berpasangan dengan kesedihan, selalu!

sumber foto: Malaysia vs Indonesia, kongres PSSI

2 comments on “Kontra

  1. panjiirfan
    23 Mei 2011

    He.. iya Pak Rudy sedang belajar sabar. Jadi malu nulis keluhan.

  2. Rudy Hilkya
    23 Mei 2011

    tabah ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22 Mei 2011 by in Kronik, Testimonium and tagged , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: