Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Lomba Menari Manasai se-Kalteng 2011

Pembina ekskul seni dapat dikatakan pemberani. Beliau melatih anak-anak menari Manasai berdasarkan panduan dari keping vcd dan pengalaman pribadinya menonton beberapa pergelaran tari itu. Pak Herman berasal dari suku Sunda (suka bercanda, he..) mengajar murid yang didominasi oleh Suku Banjar, Dayak, dan Jawa. Tulisan ini bukan bermaksud melakukan kontrastif atas keadaan di lapangan, namun menghayati kemajemukan sebagai sesuatu yang memperkaya, seperti pelangi.

Anak-anak hampir setiap hari-menjelang lomba-sehabis pulang sekolah berlatih. Memadukan gerak, mengikuti tempo musik, dan terlihat ceria sesering dan sealami mungkin. Maka Hari Selasa 17 Mei 2011 berangkatlah tim dari sekolah menempuh jarak ratusan km menuju Kota Cantik Palangka Raya, waktu tempuh adalah tujuh jam. Kami tetap menjadi peserta terjauhūüôā.

Peserta lomba menari Manasai ini ternyata beragam. Ada grup ibu-ibu guru, bapak-bapak guru, pelajar SMA-SD yang dikelompokkan menjadi satu grup, terasa unik dalam pengaturan lomba ya? Suasana kompetisi pada lomba ini pada akhirnya meluntur karena kekhasan dari para peserta, terutama grup tari bapak-bapak dan ibu-ibu yang tak sungkan menunjukkan kemahirannya menari Manasai. Para bapak dan ibu yang berpartisipasi nampak tak memikirkan hadiah lomba, hal terlihat dari gerakan tarinya yang bersemangat, spontan, kocak, dan tak terduga. Mereka hanya menari dan menunjukkan kesukaan pada tarian khas yang telah jarang digelar ini. Sontak para penonton riuh dan beberapa ikut tergoda untuk menari pula. Maaf tak dapat menampilkan foto dari para peserta unik ini dikarenakan ketakjuban Pak Herman terhadap tarian yang sedang terhidang.

  

Akhirnya tiba giliran sekolah kami. MC berkata, “Peserta selanjutnya, SMP Tunas Agro dari Kabupaten Seruyan,” gemuruh tepuk dangan siutan bersahutan. Sekolah kami mengirimkan tim peserta dengan aksesoris terlengkap untuk menari, gerakan yang ditampilkan pun tepat waktu sesuai durasi musik. Tarian Manasai yang disajikan kami adalah tari dengan variasi gerakan dan formasi terkaya. Tak kurang sembilan menit, para penonton terhibur oleh kreasi kami yang sedikit keluar dari pakem tarian Manasai.

Setelah menunggu beberapa jam, para pemenang siap untuk diumumkan. Kami alhamdulillah meraih peringkat ketiga. Saran dari para juri untuk tim ekstrakurikuler seni adalah: 1. Dalam menarikan Manasai tidak diperlukan mandau (senjata khas Kalimantan) karena tarian ini bertujuan dalam rangka mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan. 2. Gerakan tari Manasai tidak menampilkan gerakan duduk sama sekali, seluruh gerakan harus dilakukan berdiri dari awal sampai akhir.

Pak Herman dan anak-anak memberikan teladan dan kebahagiaan bagi kami semua. Terima kasih!

6 comments on “Lomba Menari Manasai se-Kalteng 2011

  1. Sardiman
    29 Mei 2011

    hebat…sukses tuk deva dkk,
    wat pak herman gak apa”pak bawa mandau jg tuk persipan. inget plngx 300km loh,hehe…

    • panjiirfan
      29 Mei 2011

      Alhamdulillah om, tapi yang juara 2 SD Terawan loh, he.. Iya boleh dibawa tapi gak ditampilin pas nari, he..

      • rahman
        2 Agustus 2012

        memangnya mengapa tidak di tampilkan pak?

      • Panji Irfan
        5 Agustus 2012

        Maaf, maksudnya yang tidak ditampilkan apa ya? He..

  2. Ikky21
    22 Mei 2011

    Wah, hebat donk…

    • panjiirfan
      22 Mei 2011

      Ya Mas Ikky, anak-anak bekerja dengan hebat, he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 Mei 2011 by in Helo Borneo, Kronik, Pendidikan, Sekolah Eksternal and tagged , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: