Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Efek Rumah Kaca di Dalam Kelas

Ini kompetensi dasar dalam kurikulum lumayan asyik. Kompetensinya berjudul “Memuji dan Mengkritik Karya Seni atau Produk.” Dua angkatan kelas telah tercenung pada pertemuan ini. Kala itu pada pertemuan sebelumnya anak-anak diminta memilih karya seni atau produk yang akan diapresiasi, ternyata anak-anak memilih musik.

Saya mengajukan penawaran lagi, apakah mau memilih musiknya sendiri atau dipilihkan oleh saya. He… anak-anak yang berbeda-beda selera dan keinginan akhirnya memutuskan bahwa pilihan guru adalah pilihan terlogis dan teradil yang mereka punya (dalam hati, saya berkata misi berjalan lancar, xixixi…)

Saya buat presentasi dengan keperluan menampilkan profil & gambar musikus, lirik lagu, dan membuat perhatian anak-anak tertarik oleh gambar di muka kelas. Saya persembahkan untuk mereka grup musik hebat Efek Rumah Kaca. Anak-anak penggemar ilmu sosial akan bertambah heran dengan konsep ERK yang berbeda ini, he…. Maklum grup musik ini kurang populer karena jarang muncul di tv, namun mereka sarat prestasi. Grup spesial ini pernah diberikan kolom khusus di Kompas beberapa hari menjelang pemilu kemarin.

  

Kami mendengarkan lagu “Cinta Melulu”, “Hujan Jangan Marah”, dan “Jangan Bakar Buku” beberapa lagu yang menghentak namun tak terlalu keras, dengan lirik cerdas lumayan pedas. Sebagian lagi sendu penuh renungan. Pujian dan kritik anak-anak pun beragam; anak-anak yang sudah terlihat bakat revolusinya terlihat gemar dengan lagu ERK, anak-anak yang cerdas intrapersonal mengkritiknya karena durasi lagu terlalu panjang.

Anak-anak selanjutnya mendengarkan Naif, Iwan Fals, Koil, Float, White Shoes & The Couple Company dan grup musik indie lainnya. “Tahukah nak, memalui jalur indie, ada grup musik Indonesia yang sampai ke Hollywood!” Di luar sana, di luar televisi, masih banyak hal hebat yang perlu diungkapkan.

8 comments on “Efek Rumah Kaca di Dalam Kelas

  1. YSU
    7 Mei 2011

    ok, pak. jurnal dari dalam kelas seperti ini, saya kira sangat asyik. saya menunggu kisah dari pertemuan berikutnya.

    • panjiirfan
      7 Mei 2011

      Iya Bung Yopi. Ditunggu rekomendasi pengajaran sastranya ya, nuhun!

  2. epul
    6 Mei 2011

    serieuuus, saya jadi niat buat ngundug lagi efek rumah kaca. yang mana siih? *katroo*
    keren euy, kang. pembelajaran di sekolah lebih menghidupkan, di banding di bimbelan yang terkesan ‘memaksa’ karena harus sesuai targetan.

    • panjiirfan
      6 Mei 2011

      Saya meminta nurul beli kasetnya aja, hehe… Lagu “Cinta Melulu” jang pendengar pertama mah, he… Yah, ada kekurangannya ada kelebihannya dimana-mana juga gitu, he…

  3. wijaya kusumah
    4 Mei 2011

    saya paling suka lagu-lagu iwan fals

    salam
    Omjay

    • panjiirfan
      4 Mei 2011

      Saya juga om, he.. Itu pun favorit beberapa anak disini yang didominasi suasana musik melayu.
      Makasih dah berkunjung om!

  4. ceetrul
    4 Mei 2011

    salam kenal,..

    • panjiirfan
      4 Mei 2011

      Salam kenal juga bu, bagus komik yang dibuatnya, he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 4 Mei 2011 by in Musik, Ruang Kelas and tagged , , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,552 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: