Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Buku Stones Into School

Buku memoar yang menginspirasi. Kisah Greg Mortenson yang memilih jalan hidup penuh rintangan. Beliau adalah seorang humanis yang berprofesi sebagai perawat dan hobi mendaki gunung. Kegagalan mendaki Gunung Karakoram di Afganistan adalah permulaan dari penaklukan hal hebat lainnya. Beliau yang gagal mendaki puncak Karakoram (K2) dijamu oleh penduduk di Kirghiz Khan dari cuaca ekstrem perenggut nyawa. Ternyata penduduk Kirghiz Khan hidup tanpa fasilitas apapun! Tanpa listrik, sarana air bersih, poliklinik, tempat ibadah, dan sekolah.

 

Buku ini diawali dengan kisah memikat dan diakhiri dengan sangat menyentuh. Saya yang berprofesi sebagai guru tercenung dengan usaha Greg dan timnya di lembaga CAI (Central Asia Institute) yang telah bergerilya dan melawan semua kesulitan luar biasa  mendirikan 151 sekolah (Afghanistan, Kashmir, dan Pakistan) dalam kurun waktu belasan tahun. Greg Mortenson dianugerahi Sitara-i-Pakistan (Bintang Pakistan), salah satu penghargaan sipil tertinggi di Pakistan pada 23 Maret 2009 meski Beliau tak pernah bangga dengan penghargaan itu.

Berikut beberapa adagium (pepatah) yang saya sarikan sebagai penanda bab-bab baru dalam buku hebat tersebut;

“Aku tidak tahu apa takdir kalian, tetapi satu hal kutahu: orang yang benar-benar berbahagia di antara kalian adalah orang-orang yang telah berusaha dan menemukan cara untuk melayani.” (Albert Schweitzer)

“Gunung-gunung tak pernah mampu saling menyentuh, meskipun berukuran besar. Tetapi manusia mampu.” (pepatah Afghanistan)

“Tapi entah bagaimana aku tahu bahwa hanya ketika cukup gelaplah kita dapat melihat bintang-bintang (Martin Luther King Jr.)

“Tak ada yang pernah menjalani hidup sepenuhnya, kecuali para matador.” (Ernest Hemingway, The Sun also Rises. Pepatah ini dipadankan untuk membahas perjuangan Sarfraz (sahabat Greg) yang hampir mati untuk memenuhi janjinya mendirikan sekolah di daerah Azad Kashmir dan Koridor Wakhan, jarak kedua tempat ini adalah 322 km lengkap dengan deretan 4 pegunungan tinggi yang harus ditempuh berkali-kali!)

“Sejarah adalah adu cepat antara pendidikan dan bencana.” (H.G. Wells. Adagium ini mendukung ilustrasi Greg yang menulis buku Three Cups of Tea (buku sebelum stones into school) yang laris dimulai pada Februari 2007. Lantas ratusan permintaan berpidato mengenai perjalanan yang dilakukan di Asia Tengah tersebut membuat kondisi finansial CAI terdongkrak tiga kali lipat namun, Greg harus membayar ongkosnya berupa depresi berat!)

“Seiring air serta kabar itu mengalir, siapa yang tidak akan berpaling kepada tetangganya dan berbisik, dengan penuh kerendahan hati serta kekaguman-jika ini dapat dicapai oleh mereka yang paling lemah, yang paling tidak berharga, yang paling terabaikan di antara kita, apa ada yang tak mungkin kita capai?” (Greg Mortenson. Kata-kata penutup buku yang menggambarkan kedahsyatan tantangan mendirikan sekolah di daerah Bozai Gumbaz. Material sekolah harus dikirim lewat perbatasan China melalui truk-truk, lalu dilanjutkan dengan kuda yang kumal karena terjalnya jalan, selama berbulan-bulan proses pengiriman. Tak bisa lewat udara karena masalah kenegaraan!)

Bagi saya, mengingat adagium adalah salah satu cara untuk mengingat hikmah yang membuncah dalam buku tersebut. Kadung tercenung dengan setiap paragraf dalam buku ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 2 Mei 2011 by in Adagium, Buku, Pendidikan and tagged , , , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: