Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Bersyukur berjumpa Pak Abdul Syukur

Hari yang terik, seminggu sebelum UN kelas 9 SMP. Setelah melaksanakan berbagai keperluan di Sampit dan melakukan perjalanan pulang menuju km 75 Jalan Jendral Sudirman, Sampit-Pangkalan Bun, ada seseorang di jalan.

Seseorang tersebut beristirahat di tepian jalan beraspal di bawah pohon yang rindang termenung sendiri, di sampingnya terlihat sekilas sepeda digantungi aneka tas dan bendera merah putih besar. Saya yang terbiasa dengan pemandangan yang sama ketika pulang cukup penasaran, semacam keraguan merapat, “Balik lagi untuk berkenalan? Atau melanjutkan perjalanan pulang?” Setelah lama menimbang, akhirnya motor yang dikendarai kembali ke tempat orang tua tersebut berteduh.

Pertanyaan cepat kemudian disampaikan; Maaf bolehkah berkenalan? Siapa nama Bapak? Bapak berasal dari daerah mana? Bapak mau kemana? Bapak berapa lama di jalan? ….

Pak Abdul Syukur yang telah berkali-kali menanggapi pertanyaan sederhana seperti ini, menarik nafas dan tersenyum dengan memikat. Beliau menjelaskan niatnya untuk yang kedua kalinya mengelilingi Indonesia. Beliau telah mengelilingi Indonesia pada tahun 2006, ketika itu waktu yang beliau perlukan adalah enam bulan. Kini, tahun 2011 Beliau menaksir memerlukan waktu 9 bulan untuk sampai di Papua dan kembali ke garis start di Probolinggo Jawa Timur.

Pak Abdul Syukur melakukan ini karena beliau ingin melakukannya (mirip motivasi berlari Forrest Gump dalam film Forrest Gump), alasan tambahannya adalah ingin mengunjungi semua saudaranya yang ada di seluruh pulau besar di Indonesia. Pengalaman uniknya di antaranya ketika harus tidur di hutan belantara di daerah Kalimantan Barat, dirampok orang namun perampok malah menjadi iba dan memberikan sesuatu, hingga pemandangan-pemandangan spektakuler di Sulawesi dan Papua. Ketika ditemui, Pulau Jawa dan Sumatera telah berhasil dikayuh dengan sepeda model ontel dengan beberapa modifikasi tersebut (salah satunya rem dengan kaki pada batang sepeda).

Setelah cukup beristirahat, akhirnya Beliau pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Sampit. Saya menyalami tangan beliau yang terbungkus kaos kaki (jemari di kedua tangan tidak ada, karena kecelakaan kerja tahun 2000). Beliau mendoakan semua siswa SMP tempat saya bekerja dapat berhasil dalam hidup dan tetap semangat dalam belajar.

Ah, ada sesuatu yang perlahan menggumpal di pelupuk mata ini. Terima kasih Pak! Selamat jalan dan sukses merampungkan perjalanannya!

2 comments on “Bersyukur berjumpa Pak Abdul Syukur

  1. Panji Irfan
    6 Maret 2012

    Ini yang keren Pak Abdul Syukur, he..😀. Dahsyat.

  2. dade
    3 Mei 2011

    keren mang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18 April 2011 by in Kronik, Soliter Primer and tagged , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: