Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Essai Fun Writing Competition

Saya bukan sedang ingin berbahasa Inggris ria, namun itulah judul kompetisi yang diselenggarakan oleh departemen CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan kelapa sawit yang kami diami. Departemen CSR ini pula yang membuat SMP Tunas Agro dapat berdiri dan beroperasi dengan baik (Saya tak dapat menuliskan nama perusahaan kelapa sawitnya karena beberapa masalah teknis, he..).

Kompetisi menulis esai ini menarik beberapa siswa (beberapa diam saja) karena hadiahnya tidak main-main; beasiswa untuk melanjutkan sekolah. Jumlah hadiah untuk dua belas pemenang adalah Rp. 108.000.000 (dahsyat!) meskipun hadiahnya cukup besar, namun total tulisan yang terkumpul “cuma” empat puluhan.

Kegiatan lomba menulis ini diakhiri dengan kegiatan pamungkas berupa writing camp dengan para pemateri undangan dari Mizan Book Point (Kak Rama dan Kak Ria) dan pewarta dari Jawa Pos Grup (Kak Agus dan Kak Susi). Siswa harus menjaga staminanya karena total hampir 18 jam tentang materi menulis disajikan. Dua hari penuh (19-20 Maret 2011) para fasilitator (begitu mereka ingin disapa) berbagai tips, pengetahuan, dan pengalamannya bergelut dengan dunia kepenulisan.

Ada dua moto dalam kegiatan ini yang dijadikan pedoman dan primadona;

1. Menulis asyik, menulis senang, menulis riang

2. Menulis itu mudah tapi jangan dipermudah

Ada sebuah sesi dimana anak-anak diminta berkeliaran untuk mewawancarai guru dan panitia kegiatan. Siswa yang berperan menjadi pewawancara dan melontarkan beberapa pertanyaan, kembali dihadiahi pertanyaan yang sama. Berikut kesimpulan dari tanya jawab tersebut:

Apa kesan kalian terhadap pelaksanakan kegiatan writing camp ini? Menyenangkan karena bisa berjumpa dengan pengelola penerbitan buku yang terkenal dan handal. Saya juga  mendapat pelajaran tambahan  dalam hal jurnalistik. (Ilham & Fajar Hanif)

Materi apa yang paling kalian gemari? Materi yang paling digemari adalah ketika praktik membuat mading dan menulis berita. (Ilham & Riswanto)

Siapa pemateri yang paling  kalian gemari? Kak Agus dan Kak Susi. Kita banyak berlatih dan belajar dengan kedua pemateri tersebut. (Riswanto & Fajar)

Lalu apakah yang kalian akan tulis setelah pelatihan ini? Saya akan menulis cerpen (Riswanto), Saya akan menulis banyak pengalaman harian saya yang menyenangkan (Fajar & Ilham)

Setelah kegiatan pelatihan ini berakhir semoga saja semangat siswa untuk menulis dapat terpantik, amin. Bagi para guru sekolah diharapkan dapat mendokumentasikan dan menyalurkan tulisan-tulisan siswa melalui aneka media.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 Maret 2011 by in Pendidikan, Sekolah Eksternal and tagged , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: