Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Patah

>

Setelah diguyur hujan semalam, siang itu terik matahari tetap terlihat begitu cerah seakan-akan seperti ingin membakar kulitku. Siang itu jam pelajaran terakhir sedang kosong. Walaupun begitu kelas kami tetap diberi tugas untuk mengerjakan soal-soal di LKS bab empat.
Karena tugas yang diberikan oleh Guru telah aku selesaikan, aku pun duduk termenung di kursiku. Berbeda dengan teman-temanku, mereka asyik bermain-main di kelas seperti, memukul-mukul meja, bernyanyi-nyanyi, ngegosip  dll.





Tidak lama kemudian lonceng pun berbunyi teng…teng…tibalah saatnya pulang sekolah, kami bersorak gembira. Aku pun bergegas merapikan buku-buku yang berserakan di meja, begitu juga dengan teman-temanku.

Bu Novi wali kelas kami pun masuk kelas kami dan menyuruh kami berdoa dulu sebelum pulang, setelah berdoa dan mengucapkan salam Bu Novi  keluar kelas. Dan kami pun mengikutinya, tetapi yang aku herankan kenapa yach teman-temanku selalu saling mendahului untuk keluar kelas. Selek sambele mambu mbok…he..he… itulah kata-kata yang terlintas di pikiranku.
Aku dan temanku Farida pun berjalan keluar kelas, karena hari itu kami bersekolah naik sepeda kami pun berjalan menuju garasi sepeda. Saat kami akan pulang tiba-tiba kedua temanku Dewi dan Sri memanggil namaku, aku pun berhenti dan turun dari sepeda kesayanganku itu. Mereka mendekatiku dan berkata,
“Ka, aku sama Dewi ingin main ke rumahmu, tapi kalian ke rumah kami dulu.”
“Ok, kalau begitu sekarang kami ke rumahmu.” jawab aku dan Farida.
Akhirnya kami berempat beranjak menuju rumah Sri dan Dewi. Saat kami melintas rel kereta api, karena jarak aku, Sri dan dewi bersepeda cukup jauh di depan Farida, tiba-tiba Farida berteriak memanggil namaku,aku pun menoleh dan berhenti begitu juga dengan kedua temanku Dewi dan Sri. Karena jarak aku dan Farida cukup jauh, aku pun berkata.
“Ada apa da….?”
“Kalian kesini dulu” jawab Farida.
Akhirnya kami bertiga menghampiri Farida. Kami semua terdiam sejenak tetapi akhirnya kami tertawa terbahak-bahak Wuaha..ha..ha…Sepedanya patah jadi dua bagian ANEH, tak kami sangka-sangka sepeda yang dinaiki Farida bisa patah menjadi dua bagian, tepat di tengah-tengah rel kereta api.
Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke rumah Sri untuk menitipkan sepeda Farid dan karena kami melihat Farida membawa sepeda dengan kesusahan kami pun merasa kasihan. Jadi kami bertiga memutuskan untuk membantu dia membawa sepedanya yang rusak itu dengan cara bergantian.
Sebenarnya kami sedikit malu karena harus membawa sepeda di tarik-tarik dan di angkat-angkat, mana saat itu banyak orang yang liat lagi….Uuhhh muLLu buangeett……
‘Buat apa kita malu, lagian kita kan pake baju” he…he… kata Dewi meledek. “Dasar Dewi nih, disaat seperti ini saja masih bisa meledek” sahut aku. Akhirnya rasa malu itu bisa hilang karena “Buat teman apa sih yang engga.”
Setelah sampai di rumah Sri dan menitipkan sepeda akhirnya kami pun memutuskan untuk datang ke rumahku naik bes.
Setelah sampai di rumahku, aku menyegerakan diri untuk ganti baju dan makan. Berhubung di depan rumahku banyak pohon buah yang terlihat sudah masak, mereka pun langsung memetik buah-buahan tersebut dan memakannya bersama-sama.
Tetapi di saat kami sedang asyik makan tiba-tiba aku teringat akan kejadian waktu pulang sekolah tadi.
Aku pun spontan tertawa sendiri, dan teman-temanku pun heran melihat aku tertawa sendiri. Mereka pun bertanya padaku
“kamu kenapa ka..? seperti orang gila tertawa sendiri” tanya Farida padaku.
“oh..engga papa, aku cuma teringat kejadian tadi waktu pulang sekolah” jawab aku sambil tersenyum.
Eh..eh..Kalian kira patah apa???
Patah hati, patah tulang, atau patah apa….?
He…he…he…Ternyata hanya sepeda yang patah.
Serius amat bacanya. (Ika Nurdilla)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11 Maret 2011 by in Cerpen Siswa.

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,552 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: