Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Mengenang 3rd ICLS (1)

Hari pertama Workshop sesi pertama. Yuki duduk di sampingku. Yuki Banbaa begitu nama lengkapnya, aku dan dia bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Inggris yang seadanya. Kadang gambar yang dicoret dan gestur lebih membantu memahami maksud yang ingin dibicarakan. Yuki berasal dari Jepang, Ia beserta tiga orang temannya dan satu orang dosen merupakan tamu undangan dalam acara 3rd International Conference on Lesson Study di UPI. Kegiatan ini berlangsung pada selama tiga hari (5-7 Agustus 2010). Dua hari pertama adalah workshop dengan guru model dari SMP I Lembang dan guru di sebuah SMA dari Jepang. Dan hari terakhir pelaksanaan konferensinya dengan pemateri utama Prof. Yumiko Ono (Naruto University, ini seriusan loh) dan Eunice Sari, M.Ed. (Edith Cowan University).

Yuki ditanya mengenai pengalamannya berada di Indonesia. Ia terkesan dengan kemacetan dan banyaknya pusat perbelanjaan yang harganya murah (terang saja, Ia diajak berkeliling menuju Pasar Baru Bandung oleh panitia kegiatan). Akhirnya obrolan berpindah topik mengenai film. Kutanya mengenai film “Dragon Sakura” dan “Rookies”. Ia agak heran bagaimana film tersebut dapat sampai ke Indonesia. He… belum tahu dia bagaimana lihainya kami mencari sesuatu yang gratis. Kukagumi saja hasrat sineas disana yang membuat kegiatan belajar, semangat mencari ilmu, sekolah menjadi hal yang terlihat keren. Berbeda dengan sineas di sini yang terkadang menggambarkan situasi sekolah yang tak menyenangkan (bisa jadi pengalaman ketika sineas itu sekolah dulu). Tapi barangkali itulah kenyataannya di sini, sekolah belum menjadi sesuatu yang manis. Yuki sangat berterima kasih atas pujiannya. Sebenarnya aku ingin juga bertanya mengenai rasanya menjadi pria paruh baya yang memiliki sejarah menyakiti negara lain. He… Tapi rasanya itu terlalu emosional.

Hari pertama Workshop sesi kedua. Ia keasyikan melihat dadar gulung dan lemper yang dihidangkan panitia. Ketika ada sesi tanya jawab tiba. Aku ingin bertanya dan ketika hendak berdiri tak sengaja kamera saku Yuki terjatuh akibat pergerakan kursiku. Moderator yang mempersilakan untuk buru-buru membuatku tak sempat berlama-lama minta maaf padanya. Jujur pertanyaanku jadi tak terjurus. Ketika pertanyaan telah selesai diajukan dan dijawab, Yuki telah sibuk diskusi dengan kawan-kawan Jepangnya. Aku pulang dengan perasaan berdosa.

2 comments on “Mengenang 3rd ICLS (1)

  1. Sawali Tuhusetya
    21 Februari 2011

    wah, sebuah workshop yang sangat menarik, pak irfan, apalagi bisa bincang2 langsung si yuki yang asli matahari terbit itu, meski sempat sempat menjatuhkan kamera sakunya, hehe ….

    • panjiirfan
      1 Maret 2011

      Iya pak, alhamdulillah. Hal menarik mengenai filosofi Lesson Study yang cukup menggugahnya belum sempat diposting. He.. Saya tercenung cukup lama dengan tulisan pak sawali mengenai gumam asa. Kreatif nian, alhamdulillah pak sawali mempostingnya sehingga saya jadi tahu. Terima kasih kunjungan dan postingannya pak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 15 Februari 2011 by in Pendidikan, Sekolah Eksternal, Testimonium and tagged , , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: