Sedang Belajar

: belum tahu di pedas lada (belum berpengalaman)

Pink Floyd – Another Brick In The Wall

Profesi guru cukup digemari kini. Banyak guru bermunculan dengan  media, metode, dan sikapnya yang lebih inspiratif. Terobosan baru pun telah banyak digagas oleh Pak Satria  Dharma, dkk. dengan forum IGI (Ikatan Guru Indonesia) yang progresif dengan program dan konsepnya. Ibu Ratna Megawangi dengan konsep Sekolah Karakternya, Pak Yohannes Surya dengan Metode Gasingnya dalam pembelajaran sains, hingga Pak Anies Baswedan dengan program Indonesia Mengajar. Indonesia memang menunjukkan kemajuan di bidang pendidikan, meski untuk mengacu sebuah kemajuan harus melihat pula kemajuan negara tetangga.

Bagi saya pribadi profesi guru adalah berkah sekaligus musibah. Berkah jika ilmu yang dipelajari siswa bermanfaat untuk hidupnya dan musibah jika ilmu yang dipelajari siswa tak bermakna apapun dan membuat sekolah menjadi tempat yang buruk untuk dikenang. Di tengah ombang-ombing profesi finansial (pekerjaan) yang akan dipilih. Rupanya gelar kesarjanaanlah yang terus membisiki untuk kembali, kembali ke dunia anak-anak, dunia kemanusiaan, ke sebuah dunia yang sangat dinamis.

Dalam upaya itu, Saya membeli buku berjudul “Sekolah Itu Candu” tulisan Roem Topattimassang. Sebuah buku dengan cara pandang berbeda dengan tipe-tipe buku “how to”. Potret buram pemangku kebijakan, pelaksana pendidikan, dan kekeliruan sistem. Lebih dahsyat lagi, buku ini dilengkapi cd dokumenter pengalaman anak-anak yang berada di pelosok Indonesia seperti di BauBau, dan juga anak-anak yang bermukim di laut (Suku Bajo). Slide dokumenter tuntas diakhiri lagu grande khas Pink Floyd. “Another Brick In The Wall” (album the wall). Lirik lagu tersebut keras dan langsung menohok para guru yang memang merasa seperti saya. “We dont need no education, We dont need no thought control, No dark sarcasm in the classroom!” atau “Hey, Teacher leave them kids alone!”

Jika kita ingin menyaksikan dengan lebih pedih lagi, maka saksikanlah video klip salah satu hits dari album The Wall itu. Disana pada bagian awal, ada ilustrasi anak-anak menjulurkan tangan minta pertolongan dalam sebuah gerbong yang nampak seperti sel. Selanjutnya ada adegan guru mencemooh murid dan menertawakan pekerjaan muridnya. Hal itu berulang pada pelajaran lain, pada murid yang lainnya. Guru menjadi diktator dengan memberikan hafalan untuk dibacakan bersama-sama oleh murid seperti choir. Semua ilustrasi kelam itu diakhiri dengan pemberontakan para peserta didik dengan membuka topeng, berlaku liar di kelas, membakar sekolah, dengan  puncaknya membawa guru-guru mereka yang keras kepala, egois, dan keras kepala menuju api yang menyala-nyala tersebut.

Lagu dan video klip tersebut benar-benar menakutkan bagi saya. Saya jadi teringat kemarahan-kemarahan saya di kelas karena hal yang sangat sepele. Saya jarang memuji siswa. Saya sering membebani mereka dengan tugas sulit tak masuk akal dan tak bermakna bagi hidup mereka. Ampun, jangan bakar saya nak!

4 comments on “Pink Floyd – Another Brick In The Wall

  1. Shofitri purwantini
    30 Maret 2016

    Yaaa…anak-anak terjebak dalam sistem pendidikan yang tidak manusiawi…menjadi kelinci percobaan “kurikulum”.
    Bahkan terkena imbas dari rakusnya kekuasaan…yang tega mengkebiri hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak

    • Panji Irfan
      6 April 2016

      Terima kasih silaturahminya Shofitri Purwantini🙂

  2. Tigor siringoringo
    5 Maret 2016

    Semoga guru lain melihat artikel ini dan mencari tau tentang lagu pink floyd itu. Bagus pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 5 Februari 2011 by in Musik, Pendidikan and tagged , , .

Goodreads

Keren Tanpa Rokok

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

kontak via fb

Arsip

Kategori

Pengunjung

  • 86,515 orang

Sedang Berkunjung

%d blogger menyukai ini: